PERAYAAN TAHUN BARU DI MEDAN MERIAH

Kapoldasu: Keamanan Sumut Kondusif

Medan, (Analisa). Perayaan pergantian tahun di Kota Medan berlangsung meriah. Ribuan masyarakat dari segala penjuru Kota Medan bahkan luar kota Medan memadati Pesta Rakyat yang digelar Pemko Medan di Lapangan Benteng, Jalan Kejaksaan Medan, Senin (31/12). Detik-detik pergantian tahun semakin meriah ketika kembang api dipancarkan sehingga cahayanya membahana sekitar setengah jam.
Pantauan Analisa, Pesta Rakyat menjadi pilihan warga Kota Medan dan luar Kota Medan untuk merayakan tahun baru. Sejak pukul 21.00 WIB Lapangan Benteng Medan sudah disesaki ribuan pengunjung. Bahkan ribuan pengunjung lainnya relah hanya merayakan tahun baru di jalan karena tidak bisa memasuki arena.

Selain di Lapangan Benteng, sejumlah titik lokasi perayaan tahun baru juga meriah antara lain di Lapangan Gajah Mada, Krakatau, Jalan Ring Road dan titik-titik perayaan lainnya.

Pada Pesta Rakyat pergatian tahun 2012-2013 masyarakat begitu antusias karena dihibur artis seksi “Tiga Macan” dengan aksi panggungnya yang memesona. Bahkan, Walikota Medan H Rahudman Harahap sempat bernyanyi bersama dengan tiga dara cantik tersebut.

Pesta Rakyat ini juga dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, Plt Gubsu diwakili Staf Ahli Gubernur Drs H Fitrius SH, Pangkosek Hanudnas III, Ketua DPRD Medan Drs Amiruddin, Wakil Walikota Medan HT Dzulmi Eldin S, Sekda Ir Syaiful Bahri, Dandim 0201/BS, Dan Lantamal diwakili, Dan Lanud diwakili serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah Sumut dan Kota Medan serta sejumlah pimpinan SKDP jajaran pemko Medan.

Rahudman Harahap mengatakan, kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena pembangunan di Kota Medan berjalan dengan baik. Untuk ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setingginya kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang telah berperan mendukung sehingga Kota Medan semakin hari semakin dapat dibenahi menjadi kota metropolitan yang berdaya saing maka digelar Pesta Rakyat”

“Pesta Rakyat pergantian tahun ini acara dari kita untuk kita. Saya yakin dan percaya acara malam ini akan menjadi kenangan bagi kita semua sehingga pada 2013, kita akan lebih baik lagi daripada 2012,” ujar Rahudman.

Kepada Kapoldasu dan Pangdam I/BB serta jajarannya, atas nama masyarakat Kota Medan diucapkan terima kasih karena senantiasa selalu bersinergi, mendukung Pemko Medan sehingga Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara tetap menjadi kota yang aman dan kondusif. “Semoga ini tetap kita pertahankan, semoga kita semua diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih cerah dari hari ini,” katanya.

Sumut Kondusif

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro sangat bangga karena sejak perayaan Natal hingga perayaan malam Tahun Baru 2013 keadaan Sumut sangat kondusif dan tidak ada gangguan keamanan.

Ungkapan senada juga disampaikan Kasubid Pengelola Informasi dan Data (PID) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan yang menyatakan hingga Selasa (1/31) sore kondusifitas seluruh Sumut terjaga.

“Berdasarkan laporan beberapa Polres, tak ada gangguan Kamtibmas berarti selama perayaan dan Tahun Baru 2013,” kata Nainggolan.

Kalaupun ada laporan menyebutkan beberapa lokasi mengalami kemacetan, Nainggolan mengaku hal itu wajar terjadi namun petugas kepolisian berhasil mengatasinya. “Sejumlah titik sentra ekonomi dan wisata memang dilaporkan sempat terjadi kemacetan, tapi polisi bisa mengurainya,” kata Nainggolan.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas peranserta masyarakat yang turut bekerja sama menjaga kondusifitas Sumut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Drs Busral Manan melaporkan, Pesta Rakyat pergantian tahun merupakan sarana sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT yang mana sampai saat ini Pemko Medan dapat menjalankan pemerintahan dengan kondusif.

Malam Pesta Rakyat ini merupakan puncak kegiatan dalam menyambut tahun baru 2013, di mana sebelumnya telah dilakukan acara doa dan zikir serta memberikan bantuan kepada anak yatim dan kepada panti asuhan dari berbagai agama, acara hiburan ini dimeriahkan, artis Tiga Macan, Dynamic Band, Trio Hubers, Tarian Multi Etnis, Gordang Sembilan, Tari Sigale-gale, Tarian Daerah, Rames KDI-3, atraksi Marching Band,dan Lawak Jamal Cs.

Detik-detik pergatian tahun ini tepat pukul 00.00 disambut dengan bunyian terompet dan letusan kembang api, sementara di panggung kehormatan Walikota Medan H Rahudman Harahap MM beserta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sumatera Utara dan Kota Medan menyalakan kembang api, dan menyaksikan indahnya warna-warni kembang api di udara, menandakan tahun 2012 telah berlalu dan 2013 telah datang.

Hampir sama dengan suasana di Lapangan Benteng, di sepanjang Jalan Zainul Arifin malam pergantian tahun juga dirayakan dengan bunyi petasan dan kembang api. Beberapa warga sempat berteriak histeris melihat bunyi petasan dan kembang api yang dibunyikan warga ke atas langit. “Indah sekali, Happy New Year 2013,” ucap Rika, warga yang menyaksikan malam pergantian tahun di Jalan Zainul Arifin.

Jalan Zainul Arifin ini merupakan lokasi yang setiap tahunnya dipakai warga untuk merayakan malam pergantian tahun. Tak heran jika lokasi ini juga dipadati dengan ribuan warga dari pelosok Kota Medan. Bukan hanya itu, karena dipadati dengan ribuan warga beserta kendaraannya, Jalan Zainul Arifin juga ditutup dan tidak bisa dilewati kendaraan.

Kondisi sama juga terlihat di kawasan Imam Bonjol, di lokasi ini, jalur yang seharusnya dilewati kendaraan satu arah malah dibuat menjadi dua arah. Para pengemudi terlihat bingung mencari jalur perlintasan yang tidak disesaki kendaraan. Di lokasi ini juga, banyak kendaraan yang terperangkap macet dan tidak bisa bergerak hingga pesta akhir tahun selesai.

Selain Jalan Zainul Arifin dan Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Kapten Maulana Lubis, Balai Kota dan sejumlah lainnya, arus kendaraan juga terlihat ramai. Berbeda dengan suasana di jalan-jalan yang bisa terbilang cukup kecil, arus kendaraan tidak begitu ramai.

Sampah Menumpuk

Sementara itu, usai perayaan pesta rakyat tersebut, di Lapangan Benteng, Jalan Imam Bonjol tumpukan sampah terlihat berserakan. Pantauan Analisa, sekitar pukul 02.30 Wib atau pada Selasa (1/1) dinihari terlihat sejumlah petugas pasukan Melati dan Bestari dari Dinas Kebersihan Kota Medan sibuk membersihkan dan mengangkut sampah yang berserakan di kawasan tersebut.

Pengawas Kebersihan dari Dinas Kebersihan kota Medan, Kelurahan Petisah Tengah, Yusri saat ditemui menyebutkan, beban sampah pada perayaan pergantian tahun dan pesta rakyat tahun 2013 mencapai 18 meter kubik.

Mengatasi tumpukan sampah tersebut, Dinas Kebersihan Medan telah menyiagakan tiga unit truk sampah serta sejumlah personil petugas kebersihan berjumlah 34 orang yang terdiri dari 25 orang penyisir sampah, tiga orang supir truk sampah serta enam orang kernet truk sampah.

“Membersihkan sampahnya usai kegiatan tadi. Hal ini dilakukan agar pada saat Matahari terbit sampah yang ada sudah tidak terlihat lagi, “katanya.

Ring Road Padat

Kemeriahan ternyata tidak hanya di pusat kota, di Jalan Ringroad Kecamatan Medan Sunggal perayaan pergantian tahun juga meriah. Meskipun tidak ada panggung hiburan, ribuan warga Medan dan luar kota Medan memadati jalan ini mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 00.30 WIB.

Bahkan lalu lintas di kawasan ini padat merayap, mulai dari persimpangan Jalan Sunggal hingga persimpangan Jalan Setia Budi. Ribuan warga menggunakan sepeda motor dan mobil memadati area ini. Ketika pergantian tahun, sontak seluruh pengemudi kendaraan menghentikan kendaraan mereka dan menyaksikan kembang api memancarkan cahaya yang indah hingga beberapa menit.

M Irpan Nasution warga Perumnas Mandala mengaku merayakan tahun baru bersama teman-temannya di Jalan Ringroad. Alasannya, selain tidak terlalu macat kemeriahan yang diraih juga tidak jauh berbeda dengan Pesta Rakyat. “Di sini juga meriah kita bisa melihat begitu antusias masyarakat menyambut tahun baru meskipun tidak ada acara panggung hiburan atau atraksi artis. Yang penting senang-senang saja,”ucapnya.

Tak pelak, jalan raya pun serta-merta menjadi sesak oleh lautan manusia dan kendaraan. Kemacetan tak terelakkan. Kemacetan terparah terjadi juga mulai dari Jalan Gajah Mada, turun ke Jalan S Parman, terus ke Jalan Raden Saleh sampai ke Jalan Balai Kota Medan. (maf/hen/ns/dgh)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *