OBJEK WISATA PADAT, JALANAN MACAT

BERASTAGI (Waspada): Memasuki Tahun Baru 2013, sejumlah objek wisata di  kawasan pegunungan dipadati pengunjung. Akibatnya, ruas jalan menuju objek  wisata tersebut mengalami kemacatan.

Pantauan Waspada di lapangan, kepadatan arus lalulintas mulai terlihat pada  Senin (31/12) siang. Ribuan kendaraan bermotor yang datang dari arah Medan  menuju Berastagi, terjebak macat di Jln. Jamin Ginting mulai Simpang  Tuntungan hingga Pasar Pancurbatu.

Dari Pancurbatu hingga Berastagi, arus lalulintas relatif lancar hingga malam  pergantian tahun. Lancarnya arus lalulintas pada penghujung  Tahun 2012 ini  disebabkan sebagian wisatawan sudah berada di objek wisata kawasan  pegunungan sejak Sabtu (29/12) dan Minggu (30/12). Mereka menginap di  sejumlah hotel dan villa mulai kawasan Sibolangit hingga Berastagi.

Puncak kepadatan arus lalulintas terjadi pada Selasa (1/1) siang. Pasalnya,  sejumlah objek wisata di sepanjang jalan Medan – Berastagi diserbu pengunjung  untuk mengisi liburan awal Tahun 2013. Kepadatan arus lalulintas terjadi di  kawasan Pancurbatu, Sembahe, Bandarbaru, Panatapan, Lau Debukdebuk,  kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) dan lainlain.  Arus lalulintas di kota wisata  Berastagi juga terlihat padat.

Tempat rekreasi alam lainnya yang dipadati pengunjung yakni Danau Lau Kawar.  Objek wisata di kaki Gunung Sinabung dipenuhi tendatenda milik pengunjung.  Umumnya mereka berkemah sejak Sabtu (29/12).

Adi, 28, warga Medan sengaja berkemah di pinggiran Danau Lau Kawar bersama  temannya untuk merayakan malam pergantian tahun di Puncak Gunung  Sinabung. “Kami sengaja berkemah di sini untuk merayakan malam pergantian  tahun di puncak Gunung Sinabung.  Memang sudah menjadi tradisi kami,  menghabiskan malam pergantian tahun di sini,” ujarnya kepada Waspada.

Sedangkan Rumiah, 54, warga Medan mengaku baru tahun ini melakukan  rekreasi di Danau Lau Kawar. Dia bersama keluarga melakukan aktivitas  memanggang ikan dan menikmati keindahan alam di kaki Gunung Sinabung.  “Baru tahun ini saya beserta keluarga datang ke sini, untuk menikmati panorama  alam sambil bakar ikan,” ujarnya Rumiah.

Kamar Hotel Penuh

Sementara itu, tingkat hunian hotel berbintang dan kelas melati di Berastagi  cukup tinggi. Sebab, banyak pengunjung yang datang dari luar kota dan  menginap di Berastagi untuk menikmati suasana malam tahun baru di kota  berhawa sejuk itu.

Ketua BPC Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kab. Tanah Karo  Dickson Pelawi mengatakan, sebagian tamu yang tidak mendapat tempat  menginap di Berastagi terpaksa diarahkan ke Desa Tongging.

Di desa tersebut, para wisatawan dapat menikmati suasana alam pedesaan yang  ada di pinggiran Danau Toba, panorama air terjun SipisoPiso, air terjun Jambur  Sidompak dan lainlain.

Pesta Kembang Api

Sementara itu, malam pergantian tahun di sejumlah objek wisata berlangsung  meriah,  salah satunya di taman rekreasi Micky Holiday. Pengunjung memadati  taman rekrasi tersebut sejak pukul 21:00 untuk melihat pesta kembang api pada  malam pergantian tahun. Pesta kembang api juga terlihat di kawasan objek wisata  Green Hill dan Hill Park.

Jalur alternatif

Guna mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan yang datang dari arah  Medan dan  Kabanjahe  menuju Kota Berastagi, pihak Polres Tanah Karo  membuka jalur alternatif sejak Senin (31/12). Hal ini dilakukan untuk  mengantisipasi kemacatan di pusat Kota Berastagi.

Dua jalur alternatif yang dibuka Polres Tanah Karo yakni melalui Desa Jarang  Nguda Kecamatan Simpang Empat,  Kabupaten Tanah Karo sepanjang 8,2  kilometer. Jalur ini tembus ke Simpang Pelawi menuju Medan. Kedua, jalur   alternatif Simpang Korpri Berastagi menuju Desa Gurusinga yang tembus ke Jln.  Udara selanjutnya menuju Kota Berastagi dari arah Kabanjahe sepanjang 5,2  kilometer.

Jalur alternatif ini merupakan usulan dari PWI Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat  dan PHRI Tanah Karo guna menanggulangi kemacatan laulintas terutama pada  musim liburan. “Jalur alternatif tersebut mampu mengurai kepadatan kendaraan  yang memasuki inti Kota Berastagi,” kata Ketua PHRI Tanah Karo Dickson Pelawi.

Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Radu Sembiring Brahamana, SH yang  dikonfirmasi Waspada mengatakan, jalur alternatif berjalan efektif sehingga  kemacatan total dapat terhindar di inti Kota Berasatagi. “Dari pengalaman  lebaran kemarin, jalur alternatif tidak dibuka, sehingga tejadi kemcatan parah di  inti Kota Berastagi. Karena itu, jalur alternatif kita buka untuk menghindari  kemacatan parah yang terjadi,” ujar Radu.

Di tempat terpisah, Kanit Lantas Polsek Pancur Batu AKP Edward Tampubolon, SH,  mengatakan, tidak ada kemacatan lalulintas pada arus balik liburan tahun baru di  jalur wisata Medan – Berastagi.

Menurutnya, jalur tersebut memang dipadati kendaraan bermotor, namun bukan  dianggap sebagai kemacatan lalulintas. Kendaraan bermotor tersebut berjalan  ‘padat merayap’ akibat volume kendaraan yang meningkat dari harihari  biasa.(m25/cat/cay)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo, Jelajah Objek Wisata Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *