BANJIR KEMBALI LANDA ACEH SINGKIL

Menyambut Pergantian Tahun

Singkil, (Analisa). Menyambut pergantian tahun 2012 ke 2013, Kabupaten Aceh Singkil kembali dilanda banjir, mengakibatkan ruas jalan menuju Singkil hanya bisa dilewati kendaraan berbadan besar, Selasa (1/1).
Sejumlah desa di Kecamatan Singkil, Gunung Meriah dan Mukti Harapan Singkohor terendam banjir sehingga menyulitkan warga beraktifitas menyambut Tahun Baru 2013.

Pantauan Analisa, desa terparah dilanda banjir adalah Kampung Ujung Bawang, Kecamatan Singkil dengan ketinggian air mencapai satu meter. Banjir juga merendam Kampung Peya Bumbung, desa tetangga Ujung Bawang.

Desa lainnya yang terendam banjir yakni Ranto Gedang, Teluk Rumbia dan Kuta Simboling Tanggul. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Singkil, Amir Hasan, S.Pd, seluruh pemukiman di ketiga kampung ini nyaris terendam banjir.

Sebagian wilayah Kampung Ujung, Pasar, Siti Ambia, Suka Makmur juga dilanda banjir akhir tahun. Kondisi ini dimanfaatkan warga setempat sebagai sumber penghasilan musiman. Transportasi rakit dan becak barang dijadikan angkutan guna menyeberangkan orang dan sepeda motor dengan harga bervariasi

Banjir ini terpantau sejak Minggu (30/12), namun ketinggian air tidak begitu tinggi sehingga tidak begitu mengganggu aktifitas warga. Namun berbeda dengan Kampung Mukti Harapan, Kecamatan Singkohor, banjir terjadi sejak Sabtu (29/12) dan mencapai titik puncaknya Minggu malam sehingga 9 kepala keluarga (KK) warga sempat dievakuasi ke tempat lebih aman.

Menurut Amir Hasan, kepada 9 KK yang dievakuasi pihaknya telah menyerahkan bantuan masa panik, Senin (31/12). Kondisi banjir di desa ini sudah mulai surut.

Tanah Longsor

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di tujuh ruas jalan provinsi menuju Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, sehingga menutupi badan jalan, Sabtu (29/12) malam. Akibatnya, jalan lintas yang juga menuju Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara itu lumpuh total hampir 15 jam.

Menurut Kepala Dinas PU setempat, Sulaiman, arus lalu lintas di ruas jalan yang longsor telah lancar setelah pihaknya mengerahkan sejumlah alat berat dibantu masyarakat setempat, menjelang pukul 15.00 WIB, Minggu (30/12).

Sementara akibat banjir yang kembali melanda Bumi Syekh Abdurrauf As Singkili ini menyebabkan pemkab kerepotan. Menurut Amir Hasan, pihaknya berupaya memenuhi bantuan masa panik bagi warga yang terkena banjir.

Dia mengharapkan pihak BPBD Provinsi Aceh dan Pusat kembali menyalurkan bantuan bagi warga korban banjir di daerah ini.

Pemerintah pusat juga diharapkan segera melakukan penanggulangan banjir di Aceh Singkil yang intensitasnya semakin tinggi. “Kalau sebelumnya banjir hanya terjadi sekali setahun, namun saat ini banjir terjadi enam kali bahkan lebih dalam setahun,” ujarnya.

Ditambahkan, banjir yang terjadi akibat musim penghujan di wilayah Aceh Singkil dan kawasan hulu Sungai Singkil yang memiliki ratusan anak sungai. Saat ini curah hujan masih cukup tinggi, sehingga banjir sulit diperkirakan akan cepat surut.(sjp)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *