BANJIR DI ACEH SELATAN,TAPAKTUAN-MEDAN LUMPUH

TAPAKTUAN (Waspada) : Hujan lebat yang mengguyur kawasan Tapaktuan, Kab. Aceh Selatan, sejak  Minggu (30/12) menjelang malam selama dua jam,  menyebabkan banjir dan tanah longsor di daerah penghasil pala tersebut.

Selain merendam ratusan rumah, juga melumpuhkan hubungan darat Tapaktuan-Medan selama lima jam sehingga ratusan mobil dari kedua arah sempat terjebak di lokasi.

Macatnya hubungan lalu lintas di pantai barat ini karena masyarakat Gampong Air Pinang membobol badan jalan alternatif di pinggir pantai, setelah perumahan warga digenangi air karena arus banjir terhalang badan jalan elak yang dibangun kontraktor.

Sementara badan jalan lama yang selama ini ditutup karena masih dalam tahap perbaikan, juga tak bisa dilintasi akibat tertimbun tanah longsor di beberapa titik.

Ruas jalan ini baru dapat dilintasi Senin (31/12) dini hari sekira pukul 00:30, setelah alat berat milik rekanan menyingkirkan tanah longsor yang menutupi badan jalan tersebut.

Selain menggenangi puluhan rumah warga Gampong Air Pinang, banjir merendam ratusan rumah warga di tiga  gampong meliputi Gampong Padang, Hilir  dan Lhok Ketapang.

Puluhan warga Gampong Hilir sempat mengungsi ke meunasah, karena genangan air di rumah mereka mencapai ketinggian 50 hingga 75 cm. Tak ada korban jiwa dalam musibah banjir tersebut, namun kerugian materi puluhan juta rupiah, karena harta benda dan barang rumah tangga rusak dan ratusan ternak unggasnya musnah. (b30)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *