TERSANGKA ROBERT KETAREN BUKAN PENGACARA TAPI PUNYA KANTOR LAWYER

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Robert Ketaren SH, tersangka pengoplos elpiji subsidi bukanlah seorang pengacara seperti diberitakan sebelum-sebelumnya ketika pengungkapan gudang pengoplosan gas subsidi tersebut, September 2012.

Walau bukan seorang lawyer, namun Robert sendiri mengaku membuka kantor pengacara di Depok, Jawa Barat. “Tersangka (Robert) bukan lawyer, tapi dia mengaku membuka kantor pengacara di Depok,” ujar Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus, AKBP Edi Pariadi seperti dilaporkan anggota penyidiknya, Minggu (30/12/2012) di Mapolda Sumut.

Saat dikonfirmasi profesi kepengacaraannya oleh www.tribun-medan.com sesaat tiba di Bandara Internasional Polonia Medan, Robert pun hanya bergumam dan menggelengkan kepalanya.

Diketahui saat penggrebekan gudang pengoplosan gas milik PT Jaya Nusantara Simalem, selain menyita barang bukti ribuan tabung gas 3 kg dan tabung gas 12 kg, petugas dari Subdit I/Indag (Industri dan Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Sumut juga menemukan papan nama pengacara bertulis Robert Ketaren SH & Partners.

Petugas menangkap Robert Ketaren setelah sempat buron sekitar dua bulan lamanya. Direktur PT Jaya Nusantara Simalem itu sesaat ia sampai di kediamannya di Kampung Tipar, Kelurahan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (30/12/2012) dinihari. Kemudian petugas langsung membawa tersangka ke Polda Sumut setelah tiba di Bandara Internasional Polonia, Minggu (30/12/2012) sekitar pukul 11.00 WIB, tadi.

Tersangka Robert Ketaren tidak banyak berkomentar saat dikonfirmasi wartawan terkait keterlibatannya dalam pengoplosan gas bersubsidi tersebut.

“Bukan punya saya, nggak tau,” jawab Robert singkat saat digelandang petugas dari Terminal Kedatangan Bandara Internasional Polonia, Medan.

Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Edi Pariadi menegaskan, tersangka Robert selaku pemilik dan menjabat Direktur di PT Jaya Nusantara Simalem.

“Anggota sudah dua hari melakukan pemantauan dirumahnya. Saat dia sampai dirumahnya, anggota langsung menangkapnya,” kata Edi.

Diketahui, Polda Sumut menggrebek perusahaan pengoplos gas elpiji bersubsidi yang berada di Jalan Desa Simalingkar A No 1, Kec Pancur Batu, Kab Deliserdang, Kamis (13/9/2012) lalu.

Dalam penggrebekan, petugas mengamankan seorang karyawan perusahaan bernama Ari (28), yang sedang bekerja mengoplos gas elpiji subsidi tabung 3 kg ke tabung 12 kg untuk dijual dengan harga nonsubsidi.

Namun, dari hasil pemeriksaan kepolisian, karyawan tersebut dilepas sebab hanya sebagai pekerja yang menerima gaji bulanan.

Saat itu, petugas menyita barang bukti, berupa tabung elpiji kosong 3 kg sebanyak 1300 tabung, tabung gas 3 kg yang berisi sebanyak 48 tabung, tabung kosong 12 kg sebanyak 98 tabung serta tabung berisi sebanyak 140 tabung. Selain itu juga disita timbangan duduk dua unit, tutup tabung dua goni dan selang yang digunakan untuk memindahkan tabung dari 3 kg ke 12 kg sebanyak 70 buah.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *