TANAMAN ULANG KEBUN AIR BATU DIDUGA GUNAKAN BIBIT MARILES

Air Batu-andalas Manajemen PTPN IV Kebun Air Batu Asahan diduga menggunakan bibit mariles untuk ditanam pada tanaman ulang (TU) Afdeling II kebun tersebut.

Keterangan berbagai sumber andalas, Minggu (23/12), bahwa tanaman ulang yang berada di Afdeling II. Tepatnya, di Desa Sijabut Teratai terangkum bahwa ratusan bahkan ribuan bibit sawit yang ditanam di tanaman ulang tersebut diduga bibitnya berasal dari pembibitan kampung atau bibit mariles, bukan berasal dari pembibitan kebun dari Pabatu atau tempat pembibitan kebun lainnya milik PTPN.

Menurut sumber, hal ini terlihat jelas sewaktu penanaman ulang berlangsung pada bulan November lalu. Bahwa, bibit yang datang terdapat banyak perbedaan terutama penggunaan polybeg yang ada di bibit tersebut tidak standar kebun.

Selain itu, batang tanaman sawit yang hendak ditanam kurus dan mengerdil. Bonggol pada bibit sawit tersebut kecil padahal bibit sawit yang hendak ditanam tersebut berumur di atas setahun lebih.

Namun begitupun, kata sumber menambahkan, masih ada juga bibit yang ditanam sesuai standar kebun dengan ukuran polybeg di atas 40-50 dengan bonggol ukuran yang cukup besar dan batang sawit tidak mengerdil dengan daunĀ  menghijau.

Sebelumnya Humas PTPN IV Nanda SH, saat dikonfirmasi membantah keras, bibit sawit yang ditanam di tanaman ulang tersebut dari pembibitan kebun yang berasal dari Kebun Pabatu maupun dari tempat pembibitan Kebun PTPN IV lainnya, bukan berasal dari dugaan disebutkan tadi.

Tapi, ketika ditanyakan tentang perbedaan bibit yang ditanam di tanaman ulang tersebut dengan rentang waktu penanaman yang hampir dua bulan. Yakni, bulan November hingga Desember dengan kondisi sebahagian bibit mengerdil kurus dan mati, ia tidak bisa menjawab dan hanya kembali mempersilahkan untuk menemui staf berkompeten, karena tugasnya di Kebun ini menjabat sebagai humas di bahagian hukum.(FAS)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *