SUMUT SIAP DUKUNG TARGET SURPLUS BERAS 10 JUTA TON

MedanBisnis – Medan. Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakoorluh P2K) Sumatera Utara (Sumut) Bonar Sirait optimis, Sumut dapat mewujudkan target surplus beras nasional sebesar 10 juta ton di tahun 2014.
“Optimisme ini didasari komitmen kuat dari Pemerintah Propinsi Sumut (Pempropsu) di bawah komando Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, yang sudah memformulasikan program dan upaya menuju sukses di bidang pertanian,” kata Bonar Sirait kepada wartawan, usai pembukaan sosialisasi dan Up Dating Data Sistem Informasi Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (PPPK) di Hotel Candi Medan, Rabu (19/12).

Acara yang berlangsung hingga Kamis (20/12) itu dihadiri 30 orang penyuluh dari 15 Kabupaten/Kota se-Sumut, 15 orang penyuluh dari Pempropsu, dan sejumlah nara sumber lainnya. Sementara penanggungjawab kegiatan Zaidar Hayati Hasibuan.

Dikatakan Bonar, optimisme pencapaian target itu juga didasari peran para tenaga penyuluh yang selalu siap kapan dan di mana saja untuk para petani.  Serta kompetensi para petani Sumut yang kehandalannya terus meningkat serta didukung dengan struktur tanah yang relatif subur dan cuaca yang terus mendukung.

“Selain beras, Sumut juga menargetkan surplus produksi jagung, kedelai dan surplus daging di tahun 2014. Tahun 2011, kita mencatatkan surplus beras 400 ton. Nah, ini menggambarkan bahwa kita bisa merealisasikan target 10 juta ton beras di tahun 2014, termasuk target-target lainnya, seperti jagung, kedelai dan lainnya,” ujarnya.

Untuk mencapai target Pempropsu itu, pihaknya terus melakukan pembekalan kepada para penyuluh di Sumut, khususnya dalam hal up dating data sistem informasi penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan.

“Data dan informasi di dunia pertanian, perikanan dan kehutanan sangat rumit dan beragam. Sebuah informasi baru bermanfaat bagi petani maupun penyuluh apabila data yang disampaikan sangat cepat, tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawab, serta diakses tanpa dibatasi ruang dan waktu,” jelasnya.

Menurut dia, data yang tidak akurat, up to date dan dapat dipercaya akan berakibat fatal terhadap perbaikan kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk. Padahal sumbangan PDRB Sumut terbesar kedua setelah industri adalah dari sektor pertanian yakni sebesar 22,61%.

Sumbangan itu diperoleh karena jumlah tenaga kerja pertanian terbesar dari seluruh tenaga kerja di sektor lain yang sebagian besar penduduknya tinggal di pedesaan.

“Penyuluh juga harus mampu menggali isu-isu krusial dan potensial yang ada dalam pengembangan pertanian sehingga target 10 juta ton beras tahun 2014 bisa tercapai sebelum waktunya,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Bonar, tahun 2012 ini melalui anggaran pendapatan belanja daerah, Bakorluh Sumut telah merancang bangun sistem informasi dan komunikasi terpadu dalam paket sistem informasi penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan yang disingkat dengan nama “Simluh Sipetaniku”.

Ini dibangun untuk menyediakan data dan informasi yang komfrehensif, up to date, akurat dan dapat dipercaya tanpa dibatasi waktu dan ruang karena, berasal dari sumber daya primer.  Sehingga dengan ini, target dan program yang ditetapkan Pemprovsu kedepan dapat tercapai tepat waktu.(benny pasaribu)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *