EWINDO PERKENALKAN VARIETAS UNGGUL TOMAT DAN CABAI

MedanBisnis – Medan. Produsen benih sayuran tropis hibrida ‘Cap Panah Merah’ PT East West Seed Indonesia (Ewindo), memberikan pembinaan kepada petani serta pedagang dari Sumatera Utara (Sumut) sampai dengan Aceh di Desa Aek Popo, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Kamis (20/12).
Melalui kegiatan tersebut diharapkan petani mendapatkan wawasan luas mengenai budidaya sayuran sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada petani agar dapat meningkatkan produktivitas dan mewujudkan ketahanan pangan yang sesuai dengan misi perusahaan kami untuk menjadi sahabat petani yang paling baik serta meningkatkan kesejahteraan para petani. Di Tanah Karo kami melihat potensi besar untuk pengembangan industri hortikultura khususnya sayuran,” kata Direktur Penjualan dan Pemasaran Ewindo Afrizal Gindow didampingi Area Sales dan Marketing Manager Wilayah Sumatera, Heru Cahyadi dan Corporate Communication Manager, Retha A Dotulong.

Afrizal menyebutkan, pembinaan kepada petani selaras dengan komitmen Ewindo untuk mendukung perkembangan industri benih Indonesia. Ewindo terus berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas benih secara berkelanjutan melalui inovasi dan teknologi serta memberikan pelayanan yang terbaik untuk petani.

Pada kesempatan tersebut, Ewindo memperkenalkan dua varietas sayuran unggul yakni Tomat Marta 9 dan Cabai Keriting Kastilo. “Tomat Marta 9 merupakan tomat hibrida dengan buah besar dan keras, ukuran buah cukup seragam dari tandan bawah sampai atas sehingga produksinya pun sangat tinggi. Varietas ini sesuai untuk dibudidayakan di dataran tinggi dan cocok untuk dibawa dalam transportasi jarak jauh,” kata Area Sales dan Manager Wilayah Sumatera, Heru Cahyadi.

Sedangkan untuk Cabai Keriting Kastilo merupakan cabai keriting hibrida cocok untuk dataran menengah-tinggi. Selain tahan terhadap penyakit layu bakteri dan phytopothora, varietas ini juga toleran terhadap penyakit ujung buah kuning yang disebabkan kurangnya serapan unsur kalsium.
“Cabai Kastilo cocok dikembangkan di Tanah Karo karena ukuran buahnya sesuai dengan permintaan pasar yang menginginkan cabai keriting berukuran ramping,” ujar Heru.

Dikatakan Afrizal, guna meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar nasional dan internasional, penggunaan benih bermutu sangatlah diperlukan terutama dalam sistem budidaya tanaman. “Kami memiliki perhatian dan komitmen kuat untuk terus mengembangkan varietas sayuran tropis hibrida lokal agar bisa bersaing dengan produk impor yang akan membuat kesejahteraan petani semakin meningkat,” tutur Afrizal.

Sampai 2012, katanya, Ewindo telah bermitra dengan sekitar 7.000 petani penangkar benih yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Selain itu, juga telah membina lebih dari 10 juta petani komersial yang terbesar di seluruh wilayah Indonesia.

Bahkan, hingga saat ini, Ewindo telah menghasilkan sebanyak 170 varietas benih unggul dan telah mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura dan ISO 9001:2008.

Dahlanta, salah seorang petani mengakui keunggulan cabai keriting kastilo. Demikian juga dengan tomat Marta 9 merupakan tomat hibrida dengan buah besar dan keras yang menguntungkan petani. (zainul abdi nasution )
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>