PENYULUHAN SADAR WISATA DISAMBUT POSITIF

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Warga kawasan pariwisata dan pengelola kawasan wisata di Kecamatan Biru-biru menyambut positif gerakan sadar wisata yang digelar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deliserdang [Kamis 20/12]. Dalam pertemuan yang digelar di lokasi Pantai Sarilaba Biru Indah itu, banyak warga mengeluhkan sarana dan kondisi jalan dan bagaimana tata cara mengelola wisata yang baik dan benar.

Pak Ginting, dari  HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Sumut mengajak kelompok sadar wisata harus mengerti Sapta Pesona sebagai daya tarik wisata. Di samping itu, warga juga harus dapat menonjolkan makanan khas daerah sebagai daya tarik tersendiri.

“Jangan puas dengan keadaan yang sudah ada. Kita sebagai kelompok sadar wisata harus dapat berbuat lebih baik,” ujar Pak Ginting.

Hal serupa juga dikatakan Pak  Limbeng dari Asita ( Asisosiasi Travele Agent)  sebagai agen biro perjalan pengantar wisata memberi peranan dalam memajukan wisata. Namun, kata Pak Limbeng, sampai saat ini pihak Asita belum mengirim wisatawan ke Kecamatan Biru-biru karena jalan belum memadai termasuk arena parkir. Padahal, lokasi wisata Biru-biru cukup menjanjikan.

“Bila tidak ada Sapta Pesona, kami tidak akan mengirim wisatawan ke sini. Termasuk juga masalah limbah yang dibuang ke lokasi wisata,” paparnya.

Sementara Kadis Budpar Rahmad Map melalui Kabid Obyek Wisata Rusli Sitepu SE mengatakan, Kabupaten Deliserdang dikenal sebagai salah satu daerah dari 25 Kabupaten/ Kota di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten yang memiliki keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki peluang investasi cukup menjanjikan.

“Dengan keberadaan  kelompok sadar wisata, kita juga  harus jeli melihat apa sebenarnya yang patut dan cocok dikembangkan untuk menambah selera pengunjung.

Saat ini, telah dibenahi sejumlah lokasi wisata seperti pemandian air panas Desa Penen, Pantai Sarilaba Biru Indah, Air Terjun Betala yang berada di Kecamatan Biru-biru. Di samping itu, Pemkab Deliserdang melalui Disbudpar akan membina desa wisata melalui koordiansi dengan kepala desa dan kecamatan. Dengan demikian, kata Pak Sitepu, seluruh masyarakat dapat merasakan hasilnya. Artinya, dengan keberadaan pembinaan desa menuju wisata, maka masyarakat akan dapat menjual hasil pertanianaya di lokasi wisata itu sendiri.

“Untuk meningkatkan pengunjung,  pada Tahun 2013 ini,Disbudpar juga  berencana mengajak bekerjasama antara pemilik objek wisata dengan pihak asuransi untuk menjamin keselamatan pengunjung, ” ujarnya.

Turut hadir dalam pembinaan kelompok sadar wisata diantaranya Kapolsek Biru-biru AKP Mulyadi, Sekcam M. Arfan Sos, Pengelola Pantai Sarilaba Biru Indah (Daduk Ginting), Pengusaha drs. M. Zein Tarigan, Ketua Pokmaswas Josep Ginting dan Undangan lainya.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

1 Response to PENYULUHAN SADAR WISATA DISAMBUT POSITIF

  1. Samuel says:

    Ya…betul Pak Ginting! Kita selalu membuat hal yang terbaik untuk wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Sektor parawisata adalah salah satu investasi daerah itu, untuk itu promosi juga harus lebih digalakkan, kan begitu pak Ginting?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *