TANAMAN PADI PETANI TAMORA DISERANG TIKUS

MEDAN – Petani di Tanjung Morawa (Tamora), Deli Serdang, Sumatera Utara, mengeluhkan serangan tikus perusak tanaman padi yang berakibat mengurangi hasil panen.

“Tikus menyerang tanaman sejak dua bulan lalu saat curah hujan banyak. Gara-gara dimakan tikus, panen padi tidak lagi mencapai empat goni per rante. Petani kesulitan karena lahan juga disewa,” kata Boru Sirait, petani di Desa Wonosari, Tanjung Morawa, Deli Serdang, hari ini.

Dia mengatakan itu pada saat calon gubernur Sumut Effendi MS Simbolon melakukan kunjungan ke sentra padi di Tanjung Morawa.

Kunjungan ke salah satu sentra padi di Deli Serdang itu dimaksudkan untuk berdialog dan sekaligus menyerahkan bantuan 1.000 paket racun tikus kepada petani yang tanamannya rusak diserang hewat pengerat itu.

Sirait yang mengaku lebih suka dipanggil Ompung Parsaoran itu menjelaskan, tikus itu menyerang padi sejak tanaman mulai berbuah.

“Kalau bantuan racun tikus bisa sering didapat, senang sekali-lah petani, karena petani tidak punya uang belinya. Aku belum pernah dapat bantuan racun tikus seperti ini,” katanya.

Keluhan hama tikus juga disampaikan petani di Desa Ramunia Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang.

Petani padi boru Manullang menjelaskan seluas enam dari sembilan rante tanaman padinya rusak diserang tikus.

“Rugi besar aku karena sewa lahan sebanyak 300 kg padi harus tetap dibayar. Belum lagi harus membeli racun tikus,” katanya.

Menuruu dia, dengan adanya bantuan racun tikus dari Effendi MS Simbolon yang mendapat nomor urut 2 pada calon Gubernur Sumut 2013 bisa menekan biaya operasional.

Menanggapi keluhan dan melihat langsung tanaman padi petani yang diserang tikus itu, Effendi MS Simbolon, pemerintah dan termasuk pemangku kepentingan lain harusnya peduli dengan keberhasilan panen padi petani mengingat Indonesia harus benar-benar mandiri dalam pemenuhan ketahanan pangan.

“Sumut sendiri sangat diharapkan untuk mendukung kemandirian ketahanan pangan bahkan kalau bisa ditingkatkan terus. Dan jika itu bisa dilakukan, maka Sumut bisa mandiri karena Sumut sebagai salah satu sentra produksi padi tebesar,” katanya.

Kalau hasil panen petani tidak terganggu bahkan bisa ditingkatkan, maka Sumut akan semakin maju karena di luar produksi tanaman pangan, Sumut kaya dengan hasil sumber daya alam lainnya bahkan untuk kepentingan ekspor.

“Penjagaan hasil panen, juga harus diikuti dengan perlunya komitmen menjalankan larangan alih lahan pertanian untuk lainnya,”katanya.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *