PELAKU CABUL DI WARUNG LESEHAN DITUNTUT 7 TAHUN

Medan-andalas Dianggap terbukti melakukan pencabulan terhadap gadis dibawah umur, Samuel Fernando (29), lelaki yang bekerja serabutan ini harus pasrah ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Tarihoran menuntutnya dengan hukuman 7 tahun penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (19/12).

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 ayat (2) tentang UU perlindungan anak,” ucap JPU dihadapan majelis hakim diketuai Wasbin SH.

Mendengar tuntutan jaksa, terdakwa Fernando hanya menundukkan kepalanya, dan tak mengeluarkan sepatah katapun.

Di luar ruang sidang, JPU Dewi yang diwawancarai sejumlah awak media mengatakan bahwa kejadian pencabulan ini terjadi sekira pertengahan Agustus 2012 lalu.

“Awalnya terdakwa berkenalan dengan korban melalui jejaring sosial Facebook. Lalu terdakwa mengajak korban untuk jalan-jalan,” ujar jaksa.

Singkat cerita, lanjut JPU, setelah bertemu, terdakwa kemudian mengajak korbannya Mira (16) (bukan nama sebenarnya, red) ke salah satu warung lesehan yang berada di kawasan Medan Johor.

Di sana, terdakwa kemudian merayu korban untuk melayani nafsu bejatnya. Namun saat itu korban sempat menolak permintaan terdakwa.

Karena terus dirayu dan terdakwa berjanji akan bertanggungjawab, korban pun akhirnya harus rela menyerahkan mahkota berharganya.

Berselang beberapa minggu setelah aksi cabul itu dilakukan oleh terdakwa, dia (Fernando-red) malah menghilang dan tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Merasa dibohongi, korban pun akhirnya membuat laporan ke kantor polisi. Tak berselang lama, beberapa hari setelah aksi cabulnya dilaporkan, terdakwa pun akhirnya ditangkap petugas di tempat persembunyiannya.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU,  majelis hakim kemudian menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembacaan putusan. (FEL)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *