HARGA SAYURAN DI KARO ANJLOK

KARO, KOMPAS.com — Memasuki musim panen, harga-harga sayuran anjlok. Pemerintah Kabupaten Karo berencana membuat regulasi yang mengatur pola tanam agar petani tidak terus-menerus merugi.

“Harga sayuran jatuh lantaran jumlahnya terlampau banyak, sementara pasar tidak mampu menyerap,” kata Kepala Bidang Produksi dan Pemasaran Dinas Pertanian Kabupaten Karo Munarta Ginting, Rabu (19/12/2012), di Karo, Sumatera Utara.

Harga Sayuran di Karo Anjlok Kompas/Mohammad Hilmi Faiq Petani pergi ke kebun sayur melintasi Jalan Udara di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (19/12/2012). Warga Karo dianugerahi tanah indah dan subur yang antara lain karena terdapat Gunung Sinabung. Material vulkanik Gunung Sinabung menyuburkan lahan pertanian.

 

Harga kentang hanya Rp 2.800 per kilogram, sementara cabai hanya Rp 6.000 per kilogram. Padahal, petani baru bisa balik modal jika harga kentang Rp 3.000 per kilogram dan harga cabai Rp 10.000 per kilogram. Harga kol juga jatuh tinggal Rp 300 per kilogram.

Produksi sayuran sangat berlimpah dan jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. Produksi kentang mencapai 40 ton per hari, sementara cabai sampai 30 ton per hari. Jumlah itu dua kali lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Menurut Munarta, petani salah perhitungan. Tahun lalu, harga capai mencapai Rp 15.000 per kilogram dan kentang Rp 4.000 sebab saat itu hasil panen menurun. Petani lantas berpikir harus memperbanyak produksi kentang, cabai, dan sayuran yang banyak dicari pembeli di akhir tahun. “Ternyata sekarang melimpah. Makanya, butuh regulasi agar petani tidak salah prediksi dan pola tanam yang malah membuat mereka merugi,” tutur Munarta.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *