KNIA GANTIKAN POLONIA

Sidang Paripurna DPRD Sumut

MedanBisnis – Medan. Sidang paripurna DPRD Sumut yang digelar Senin (17/12) akhirnya memutuskan nama pengganti Bandara Polonia Medan adalah Bandara Internasional Kuala Namu atau Kuala Namu Internasional Airport (KNIA).
Delapan fraksi dari 10 fraksi menyatakan tegas setuju dengan nama tersebut,  yaitu Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi PKS, Fraksi PPRN, Fraksi PPP, Fraksi Gerindra dan Bintang Reformasi, Fraksi PDI-P, Fraksi Hanura. Sementara fraksi Partai Golkar lebih memilih ikut suara terbanyak karena menganggap 5 nama yang tersisa melalui penjaringan Panitia Khusus (Pansus) sama baiknya. Sedangkan Fraksi Partai Damai Sejahtera memilih nama Bandara Internasional Sisingamangaraja XII.

“Karena semua sepakat maka hari ini ditetapkan kalau nama bandara pengganti Polonia Medan di Kualanamu adalah Bandara Internasional Kuala Namu. Saya akan memarafnya, karena yang menandatangani nanti Ketua DPRD-SU, Saleh Bangun,” ujar wakil Ketua DPRD, Kamaluddin Harahap yang memimpin sidang didampingi pimpinan  DPRD-SU lainnya, Chaidir Ritonga dan Sigit Pramono Asri dan perwakilan dari Pemeritah Provsu, yaitu Asisten I Bidang Pemerintahan, Hasiholan Silaen.

Kamaluddin Harahap mengatakan senada dengan keinginan para fraksi, Bandara Internasional Kuala Namu tetap memanfaatkan nama-nama pahlawan maupun nama-nama yang masuk dalam usulan menjadi nama-nama gedung, bangunan maupun nama jalan.

Sebelumnya para Fraksi menyampaikan pandangannya, mewakili Panitia Khusus (Pansus), Raudin Purba yang  menjelaskan kalau pihaknya telah menyaring 15 usulan nama dari berbagai elemen masyarakat menjadi 5 nama. Kelima nama itu adalah  Bandara Internasional Kuala Namu atau Kuala Namu Internasional Airport, Bandara Internasional Sultan Serdang atau Sultan Serdang Internasional Airport, Bandara Internasional Tengku Amir Hamzah atau Tengku Amir Hamzah Internasional Airport, Bandara Internasional Sisingamangaraja XII atau Sisingamangaraja XII Internasional Airport dan Bandara Internasional Jendral Abdul Haris Nasution atau Jendral Abdul Haris Nasution Internasional Airport.

Sepuluh nama lainnya yang tidak masuk dalam pilihan Pansus yaitu, Bandara Internasional Sumut, Bandara Internasional Marsipature Hutanabe, Bandara Internasional H Adam Malik, Bandara Internasional Raja Inal Siregar, Bandara Internasional T Amir Hamzah, Bandara Internasional Rizal Nurdin, Bandara Internasional Kiras Bangun, Bandara Internasional Dr Ferdinan Lumban Tobing, Bandara Internasional Muhammad Hasan dan Bandara Internasional Pdt RR Telaumbanua.

“Tugas Pansus adalah untuk melahirkan rekomendasi tentang nama bandara di Kualanamu. Dari masukan 15 nama setelah dievaluasi dengan penuh pertimbangan kajian serta masing-masing landasan akhirnya kita memutuskan menjadi 5 nama,” ujar Kamaluddin.

Asisten I Pemprovsu Hasiholan Silaen mengatakan akan segera menyampaikan rekomendasi DPRD-SU tentang penetapan nama Bandara Internasional Kuala Namu. “Secepatnya, setelah kita mendapat surat penetapan dari dewan kita akan sampaikan ke Kementrian Perhubungan untuk didaftarkan ke internasional. Apalagi Kemenhub sudah mewanti-wanti agar pertengahan Desember ini nama bandara di Kualanamu sudah ditetapkan,” jelasnya.(irvan sugito)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *