KEBUTUHAN PER KECAMATAN JANGAN DISAMAKAN

Direktur CV Hanim Setia Cemerlang :

Meski terjadi pemangkasan kuota pupuk urea subsidi untuk tahun 2013 oleh Kementan sebesar 47.600 ton atau berkisar 23%, tapi pemangkasan untuk tiap kabupaten sebaiknya tidak disamaratakan. Begitu juga dalam pembagian per kecamatan harus disesuaikan dengan luas lahan yang ada.
Jangan disamaratakan, sebab masing-masing daerah baik kabupaten maupun kecamatan memiliki luas lahan yang berbeda. Sehingga kebutuhan pupuk pun berbeda,” kata Direktur CV Hanim Setia Cemerlang Ibnu H Sumantri kepada MedanBisnis, Rabu pekan lalu di Medan.

Distributor yang dipercaya melayani petani di Kecamatan Pantai Cermin, Serba Jadi dan Kecamatan Penggajahan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ini mengaku, serapan pupuk di tempatnya selama ini cukup tinggi. Apalagi untuk Kecamatan Pantai Cermin, merupakan salah satu lumbung padi di Sergai yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam surplus beras sebanyak 10 juta ton pada tahun 2014.

Realisasi pupuk urea subsidi tahun 2012 untuk Pantai Cermin kata dia, mencapai 1.555,70 ton dari alokasi 1.390 ton, Serba Jadi realisasi 419,30 ton dari alokasi 440 ton dan Kecamatan Penggajahan realisasinya mencapai 673,80 ton dari alokasi 520 ton.

“Tahun ini, kami mendapat penambahan dari realokasi yang dilakukan pemerintah sebanyak 547 ton untuk ketiga kecamatan wilayah kerja saya,” ujar bapak dua putra dan satu putri ini.

Karena itu, Ibnu meminta kepada Dinas Pertanian Sumut agar benar-benar memperhatikan pembagiannya per kabupaten. Begitu juga dengan Dinas Pertanian Kabupaten harus melihat realisasi penyerapan pupuknya per kecamatan.

“Kami mohon tidak disamakan penurunanya 23 persen. Kalau pusat memangkas alokasi Sumut 23 persen. Propinsi dan kabupaten juga sebaiknya tidak memangkasnya 23%.

Acuannya, ya pada realisasi penyerapannya per kabupaten dan kecamatan. Jangan pula, yang serapannya tinggi ikut dipangkas 23 persen. Petani bisa resah nanti,” kata Ibnu berharap.

Meskipun ada realokasi yang dilakukan tiap tahun namun menurut Ibnu, sulit untuk dijalankan para distributor pupuk bila realokasinya dilakukan menjelang akhir tahun. “Kalau saja realokasi dilakukan pertengahan tahun, tidak masalah. Tapi kalau di akhir tahun seperti bulan November atau Desember, bagaimana kami mau menghabiskannya dalam tahun itu juga,” katanya.

Begitupun Ibnu berharap, jatah pupuk yang telah ditetapkan pemerintah sebanyak 160.000 ton tidak menyurutkan petani dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya. “Harapan kita, petani benar-benar dapat melakukan pemupukan yang tepat dan berimbang demi pencapaian produksi yang maksimal. Kita juga berharap pupuk yang dialokasikan itu terserap seluruhnya oleh petani,” tandas Ibnu.(junita sianturi)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *