DUH, JATAH PUPUK SUBSIDI SUMUT DIPANGKAS HABIS

Kalau di tahun 2012, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasi pupuk urea bersubsidi untuk Propinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam jumlah besar, mencapai 207.600 ton, namun untuk tahun 2013, jumlah itu terjun bebas. Tak tanggung-tanggung, petani Sumut hanya mendapat jatah urea bersubsidi sebanyak 160.000 ton. Wow, mengapa demikian dan apa yang akan terjadi dengan para petani kita?
Dan, angka itu bukan untuk tanaman pangan saja tapi sudah termasuk sub sektor lainnya, seperti perkebunan, perikanan dan peternakan. Jadi, kalau dirinci jatah untuk tanaman pangan hanya berkisar 112.000 ton. Sedangkan untuk perkebunan dialokasikan sebanyak 32.000 ton, untuk peternakan 8.000 ton dan perikanan budidaya sebanyak 8.000 ton.
“Penentuan alokasi pupuk tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 69/Permentan/SR.130/11/2012 tanggal 30 November 2012 tentang Kebutuhan Pupuk Bersubsidi dan Harga Eceran tertinggi (HET) Tahun Anggaran 2013,” kata Kepala Perwakilan Wilayah Sumut PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Pendi Effendi Rachmat ketika disambangi MedanBisnis, Rabu (12/12) di Kantor PIM, Jalan Gajah Mada, Medan.

Lantas apa yang menyebabkan pengurangan tersebut dalam jumlah yang signifikan? Meski tidak mengetahui secara persis, namun Pendi mengatakan bahwa pengurangan sekitar 47.600 ton oleh pusat kemungkinan atas laporan bulanan realisasi pemakaian urea subsidi sampai dengan bulan Oktober kemarin.

Di mana angka realisasi penggunaan pupuk terutama urea per bulannya sangat rendah. Bahkan sampai dengan akhir November 2012, realisasi penyaluran oleh distributor hanya berkisar 143.743,6 ton. “Mungkin dari sinilah pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil keputusan dan menetapkan jatah pupuk urea subsidi untuk petani di Sumatera Utara tahun 2013 sebanyak 160.000 ton,” kata Pendi.

Selain urea, kebutuhan pupuk subsidi lainnya untuk tahun 2013 di Sumut, yakni SP-36 sebanyak 55.000 ton, ZA 57.000 ton, NPK 125.000 ton dan organik 27.900 ton. Angka ini berbeda dengan alokasi tahun 2012 setelah mengalami perubahan atau realokasi yang dilakukan sesuai dengan keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor 1348/SR.130/B/9/2012 tanggal 9 Agustus.

Di mana untuk SP-36 menjadi 55.410 ton, ZA 51.000, NPK 144.000 ton dan organik 34.600 ton.

Meski prihatin dengan penurunan alokasi tersebut, namun selaku produsen pupuk yang dipercaya pemerintah untuk mendistribusikan urea subsidi, pihaknya kata Pendi, tidak dapat berbuat banyak. “Ini sudah ketetapan pusat. Kami hanya bisa mengikut saja. Tapi, kita berharap ada perubahan di pertengahan tahun, seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni realokasi,” jelasnya.

Namun pada prinsipnya, lanjut Pendi, pihaknya siap mendistribusikan berapa saja pupuk yang diminta pemerintah. Seperti untuk tahun 2013,  PT PIM dipercaya untuk mendistribusikan urea subsidi untuk wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) sebanyak 31.000 ton.

“Sebelumnya, Kalimantan Barat tidak masuk wilayah kerja kami melainkan PT Pupuk Kaltim. Tetapi, dengan alasan geografis yang lebih dekat dengan Sumut, per November lalu PT PIM sudah melayani daerah tersebut di samping Propinsi NAD, Sumut, Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) yang selama in menjadi wilayah kerja kami,” terang dia.
Dengan kata lain, tanggungjawab PT PIM dalam mendistribusikan urea subsidi tahun 2013 sebanyak 299.500 ton. Dan, Sumut merupakan daerah paling besar yang dilayani PT PIM, yakni sebanyak 160.000 ton disusul Sumatera Barat 76.000 ton dan NAD 70.000 ton. Sedangkan Riau, Kepri dan Kalbar angkanya sangat sedikit.

Masih terkait rendahnya alokasi pupuk subsidi tahun 2013, menurut Pendi tidak terlepas dari rendahnya penggunaan pupuk di tingkat petani ditambah dengan lemahnya daya beli petani. “Pupuk yang digunakan petani masih belum sesuai dengan anjuran sebagaimana yang ditetapkan pemerintah. Padahal, penggunaan pupuk berimbang sangat membantu petani dalam mendongkrak produktivitas pertaniannya,” ucap Pendi.(junita sianturi)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *