SUMSEL HARAMKAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN

PALEMBANG–MICOM: Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) melarang keras alih fungsi lahan pertanian yang ada saat ini untuk kepentingan non-pangan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel Taufik Gunawan di Palembang, Minggu (16/12), mengatakan alih fungsi lahan pertanian melanggar undang-undang tentang perlindungan lahan berkelanjutan. “Yang jelas mengenai penggunaan lahan pertanian sudah ada yang mengatur dan tidak boleh dialihfungsikan,” katanya.

Ia menjelaskan larangan tersebut guna mewujudkan program pemerintah yang menetapkan pada 2014 surplus pangan sebesar 10 juta ton beras. Saat ini, katanya, Sumsel menduduki peringkat kelima sebagai daerah penyumbang beras nasional, yakni surplus 1,2 juta ton.

Walaupun demikian, katanya, alih fungsi lahan pertanian dapat dilakukan untuk kepentingan umum, namun diwajibkan ada areal pengganti. “Jadi jika alih fungsi tetap dilakukan harus diganti, kalau lahan pertanian irigasi harus diganti tiga kali lipat, lahan pertanian pasang surut diganti dua kali, dan lahan tadah hujan diganti satu kali,” kata dia.

Dia mengatakan, produksi padi pada 2011  tercatat sebanyak 3,3 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 2,1 juta ton beras. Hal itu terbanyak dari lahan persawahan.

Produksi hingga Agustus 2012, sudah tercatat 3,4 juta ton GKG atau 2,1 juta ton beras. Namun, katanya, berdasarkan jumlah masyarakat Sumsel yang sebanyak 7,7 juta jiwa dengan konsumsi beras per kapita per tahun sebesar 102 kilogram, surplus beras di daerah itu pada 2012 diperkirakan bisa mencapai 1,3 juta ton.

Produksi itu didapat dari optimalisasi lahan sawah seluas 819.116 hektare dan berbagai upaya lainnya untuk mencapai swasembada beras berkelanjutan.

Ia mengatakan hasil itu didapat dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lahan melalui upaya peningkatan indeks pertanaman dari satu kali tanam menjadi dua kali.

Beberapa waktu lalu, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sumsel Basir mengatakan saat ini telah banyak lahan pertanian beralihfungsi menjadi lahan perkebunan. Peran serta pemerintah, katanya, dibutuhkan dalam mempertahankan dan memperluas lahan pertanian tersebut. (Ant/OL-2)
sumber: mediaindonesia

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *