DANA BOS DI DELISERDANG DIDUGA DISELEWENGKAN

IMANUEL SITEPU. LUBUK PAKAM. Niat baik pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan nasional menjadi 20% ternyata belum bermanfaat bagi siswa maupun orangtua. Anggaran pendidikan itu diduga masih hanya dinikmati oleh oknum tertentu di Dinas Dikpora Kabupaten Deliserdang, dan oknum kepala sekolah. Artinya, dana BOS (Biaya Oprasional Sekolah) masih banyak diselewengkan penggunaannya. Demikian dikatakan LSM RCW (Republic Coruption Wacth) Rusli K. Purba  menjawab Sora Sirulo kemarin [Sabtu 15/12] memalui selularnya.

Disebutkan Wira, seperti terjadi di lapangan, banyak siswa masih dibebani untuk membeli buku pelajaran. Bahkan di salah satu SDN di Kecamatan Biru-biru, kita juga mendengar siswa dipaksakan membeli buku paket bekas milik kakak kelasnya. Ada siswa yang harus mengcopy buku paket, karena buku dimaksud  tidak diberikan oleh pihak sekolah.

“Ini benar-benar ironis kedengaranya. Soalnya, dana Bos untuk pembelian buku paket dan buku LKS setiap tahun telah dianggarkan. Namun tidak diketahui ke mana rimbanya,” ujar Purba.

Kuat dugaan antara kepala sekolah dengan oknum di Dinas Dikpora telah bekerjasama dalam menyusun laporan sehingga dana BOS tersebut bisa cepat dicairkan. “Kita juga telah mendengar desas-desus jika di sejumlah sekolah, oknum kepala sekolah yang memegang stempel Komite. Oknum Kepala sekolah juga kerap memalsukan tanda tangan Bendahara Sekolah dan Ketua Komite,” paparnya.

Temuan Penggunaan dana BOS paling parah terjadi di sebuah sekolah swasta masih di Kecamatan Biru-biru. Walau pemerintah telah menaikan anggaran dana BOS tahun 2012, uang SPP yang dibebankan kepada siswa bukannya makin berkurang, malah semakin bertambah. Di samping itu, siswa juga masih dibebani dengan pengutipan uang peralatan dan pembelian sejumlah buku paket.

“Berdasarkan temuan ini, dalam waktu dekat, kita akan menyurati Kejatisu dan akan kita tembuskan ke  DPRD Deliserdang dan Bupati Deliserdang drs. H. Amri Tambunan. Soalnya, selain telah menodai konsep CERDAS Bupati Deliserdang, ini juga telah melanggar hukum tentang tindak pidana korupsi,” tutur Purba.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *