PETANI KAKAO ACEH DIMINTA WASPADAI CUACA LEMBAB

BANDA ACEH–MICOM: Seiring masukknya musim hujan, petani kakao di Provinsi Aceh diminta mewaspadai beberbagai serangan hama dan penyakit. Kondisi musim hujan seperti sekarang ini berbahaya dan bisa berakibat terjadi kerugian besar.

Pasalnya cuaca musim hujan sangat erat terjadi kelembaban tinggi sehingga berpengaruh terhadap kualitas biji kakao dan turunnya hasil produksi. Karena itu harga jual biji kakao rendah dan perolehan pendapatan sedikit

Sesuai catatan Forum Kakao Provinsi Aceh, persoalan utama yang sering menghantui petani setempat adalah kasus hama penggerek buah kakao (PBK), jamur, dan busuk buah. Serangan tersebut paling parah terjadi saat musim penghujan. Sebabnya sering dipicu oleh kelembaban tinggi.

Hal itu dikatakan Ketua Forum Kakao Aceh yang juga Kepala Badan Ketahanan Pangan, Hasanuddin Darjo, kepada Media Indonesia, Minggu (16/12).

Dia mengharapkan petani harus sering mengontrol tanaman dan rajin memangkas ranting, dahan, dan daun yang tidak berguna.

Karena, terlalu banyak ranting atau daun bisa mengundang kelembaban yang bisa menghambat penyinaran matahari. Itu bisa memicu tumbuh jamur jahat, hama pengerek buah, dan peyakit berbahaya lainnya.

Dikatakan, untuk mencegah serangaan tersebut petani harus meningkakan pemangkasan serta melakukan pegasapan agar segala jenis hama perusak tidak hidup leluasa

“Kondisi kelembaban sangat khawatir terjadi serangan penyakit, hama, atau jamur. Karean itu membersih lahan dan lingkungan perlu di intensifkan untuk menghindari kerugian lebih besar,” ujarnya. (MR/OL3)
sumber: mediaindonesia

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *