BEDAH PLASTIK JUGA BISA TIMBULKAN INFEKSI

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Bedah plastik saat ini menjadi tren dikalangan wanita untuk mempercantik diri. Untuk mendapatkan bentuk sempurna seorang wanita bisa hingga berkali-kali melakukan bedah plastik.

Perlu berhati-hati dan melakukan bedah plastik. Bedah plastik harus pada orang yang ahli dan tepat agar tidak berakibat buruk. Salah seorang  dokter spesialis Bedan Plastik rumah sakit Estetika Medan, Dr Utama Abdi Tarigan Sp BP-RE mengatakan bahwa bedah plastik itu dimana membuat orang yang tidak normal (cacat) menjadi normal dan menjadikan orang normal menjadi supernormal.

“Ada dua jenis operasi bedah plastik yakni rekonstruksi dan estetik. Bedah plastik rekonstruksi dilakukan untuk orang cacat yang diakibatkan kecelakaan, luka bakar, bibir sumbing yang sifatnya psikis, sedangkan beda plastik estetik sifatnya untuk kecantikan dengan merubah bentuk wajah atau tubuh menjadi yang diinginkan,” katanya.

Ia mengatakan, Operasi bedah plastik ini menggunakan bahan-bahan yang sudah mendapat rekomendasi yang sesuai prosedur kesehatan, tidak menggunakan jarum suntik tetapi dengan memasukkan implant yang dapat diterima atau diserap oleh tubuh.

“Implant yang dimasukkan ke dalam tubuh harus tetap diukur, berapa cc yang dapat diterima oleh tubuh dan tidak boleh asal-asal saja. Implant ini sifatnya permanen, dan apabila suatu saat bisa dikeluarkan. Selain itu, operasi bedah plastik harus sesuai dengan standar dunia dan dilakukan oleh dokter yang berpengalaman,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengatakan operasi bedah plastik tetap memiliki efek samping seperti tidak simetris, alergi dan infeksi. Resiko tersebut bisa ditanggulangi dan diperkecil apabila pasien memilih dokter yang kompeten.

“Operasi bedah plastik tidak akan mengakibatkan kanker, tetapi efek yang paling sering dialami pasien ialah infeksi. Infeksi bisa diatasi dengan perawatan yang tepat. Masyarakat harus tahu, jika inging merubah bentuk tubuh atau wajah, datanglah ke dokter yang spesialis dan kompeten,” ujarnya.

Ia mengatakan, diharapkannya bagi pasien yang sudah menjalankan operasi bedah plastik dapat menjaga dan merawatnya. Karena untuk rekonstruksi bekas luka di wajah misalnya, usahakan jangan terkena langsung dengan sinar matahari minimal 6 bulan atau satu tahun agar bekas lukanya hilang, dan sama halnya dengan estetik.

“Untuk estetik, seperti operasi hidung, hidung jangan sampai terbentur dalam jangka waktu 2 hingga 3 Minggu,” katanya.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *