TERDAKWA PEMBUNUH SUPIR TRUK DITUNTUT 13 TAHUN PENJARA

Pancur Batu, (Analisa). Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Cabang Kejaksaan Negeri di Pancur Batu Diky Wirawan Sitinjak menuntut terdakwa SG dihukum selama 13 tahun penjara, karena terbukti dengan sah membunuh supir truk di Pekan Sibolangit enam bulan lalu.
Dakwaan itu dibacakan JPU pada sidang Pengadilan Negeri Lubuk Pakam di Pancur Batu dipimpin Hakim Ketua Mujiono SH MH, Selasa (11/12).

Menurut dakwaan JPU, terdakwa terbukti sah melanggar pasal 338 KUHAP, dengan sengaja membunuh supir truk enam bulan lalu, namun terdakwa tidak menanggapi dakwaan JPU, melainkan diam saja di kursi pesakitan.

Hakim Mujionop menunda persidangan dua minggu mendatang, guna mendengarkan putusan majelis hakim.

Menurut uraian JPU, korban Alek Ketaren (38) supir truk fuso, warga Desa Bingkawan Kecamatan Sibolangit Deli Serdang meninggal dunia beberapa saat setelah ditusuk dengan pisau tumbuk lada oleh terdakwa, warga Dusun III Namo Puli Desa Pertampilen Kecamatan Pancur Batu di depanPekan Sibolangit pada 22 Juni 2012 lalu.

Salah satu memberatkan dalam pertimbangan hukum, karena dinilai Jaksa perbuatannya sadis dan meresahkan masyarakat dan tidak ada terjadi perdamaian dengan pihak keluarga korban.

Meringankan terdakwa, selama persidangan berlaku sopan dan terus terang atas perbuatannya dan terdakwa berjanji tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

Ketika itu korban mengemudikan truk datang dari arah Medan menuju Tanah Karo. Sampai di depan Pasar Sibolangit, korban merasa terhalang dengan angkot di depannya parkir dikemudikan terdakwa.

Korban berkali-kali meminta, agar angkot itu digeser dengan membunyikan klakson truknya, agar korban bisa melintas. Namun, karena saat itu juga ada penumpang angkot belum selesai turun semuanya, terdakwa mengatakan tunggu sebentar.

Karena waktu terlalu lama, secara bersamaan Abeng mendatangi terdakwa dengan maksud meminta uang iurannya.Terdakwa mengatakan agar bersabar, karena masih mengembalikan sisa ongkos penumpangnya.

Ketika itu pula, korban kembali mengklakson sambil menyuruh terdakwa menjalankan mobilnya dengan memaki. Mendengar caci maki itulah, terdakwa tersdinggung, hingga terjadi pertengkaran. Saat itu, Abeng berusaha melerai seraya mengatakan agar korban jangan berbicara kasar. Campur tangan Abeng membuat korban tersinggung, akhirnya korban dan terdakwa terlibat cekcok mulut. Korban turun dari truknya dan mendekati terdakwa sembari mengeluarkan kalimat menantang serta memukul wajah terdakwa.

Terdakwa mengambil pisau dari dalam angkotnya dan kembali menemui korban. Meski terdakwa datang dengan pisau terhunus, namun korban tak gentar. Secara bersamaan, korban berusaha merampas pisau dari tangan terdakwa. Tapi, korban hanya berhasil meraih sarung pisau saja, sedang pisaunya tetap berada di tangan terdakwa.

Dengan sekuat tenaga, korban memeluk tubuh terdakwa hingga terjadi pergumulan sengit di pinggir jalan. Keduanya terjatuh ke aspal. Rupanya, saat bergumul dan terjatuh itu, terdakwa menikam rusuk kiri korban dan menembus jantungnya dan tewas.(dr)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *