PAKAI PUPUK TANI, PRODUKSI JERUK MENINGKAT

MedanBisnis – Berastagi. Pada saat kondisi hasil produksi buah jeruk banyak yang gugur akibat digigit hama lalat selama setahun lebih, banyak pula petani beralih ke jenis tanaman yang lain, seperti membudidayakan tanaman kopi arabika, dan tanaman semusim. Namun kondisi tanaman diperparah kembali pada bulan Maret 2012, hujan es sering turun di kawasan kaki Gunung Sibayak dan Sinabung, sehingga buah jeruk banyak yang rusak.
Kondisi ini lah yang dialami Lisma Berahmana, seorang petani di Brastagi, Tanah Karo. Namun, warga Desa Aji Jahe, Kecamatan Tiga Panah terus berupaya dan mulai menggunakan pupuk majemuk Bintang Tani 55.

Kepada MedanBisnis, Kamis (13/12), Lisna menuturkan, dengan sedikit merawat pohon jeruk miliknya yang berjumlah 425 batang dengan menggunakan pupuk majemuk Bintang Tani 55. hanya dengan menggunakan 2 kg pupuk per batang sejak Maret 2012, pertumbuhan pohon jeruk begitu signifikan. Pucuk muda yang melahirkan bunga-bunga bermunculan kembali. “Ssehingga saya mengambil kesimpulan untuk kembali serius merawat pohon jeruk tersebut,” ungkapnya.

Dengan bimbingan Rai Sinaga, selaku agronomis pupuk majemuk Bintang Tani 55, Berahmana memadukan Pupuk Bintang Tani dengan abu ikan, setiap dua bulan sekali. Dari situlah ia dan keluarganya meyakini pupuk Bintang Tani sangat bagus dan cocok digunakan untuk berbagai tanaman, seperti jeruk, cabai, kentang dan kelapa sawitnya yang ada di Pekanbaru.

Lisma yang ketika memberikan keterangan didampingi Rai di lokasi tanaman jeruk miliknya, menguraikan, sebelum menggunakan Bintang Tani, buah jeruknya belum pernah besarnya seperti saat ini. Bahkan, kata dia, hasil panen meningkat hingga dua kali lipat. “Untuk masa panen kali ini, buah jeruk saya dihargai Rp6.500 per kg. Sedangkan di tempat orang lain paling tinggi Rp4.000 per kg,” ungkapnya.

Mengenai hama lalat, Lisma mengaku tidak begitu khawatir, jika rutin menyemperot insteksida (racun hama-red) dan menguburkan buah jeruk yang gugur. Menurutnya, itu lebih baik daripada terus mengeluh dan tidak lagi merawat pohon jeruk, seperti kebanyakan petani saat ini.

Dari segi biaya, katanya lagi, biaya peroduksi per batang, menggunakan pupuk majemuk Bintang Tani yang bahan dasarnya 50 % dari abu jenjang sawit ini, lebih murah jika dibandikan dengan pupuk NPK Tunggal atau pupuk campur yang lain. “Bagi keluarga kami, atau penduduk desa Aji Jahe ini pupuk Bintang Tani 55 tidak diragukan lagi keunggulannya,” tambahnya.(edi sofyan)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *