MENTAN: ADA TEROR MELEMAHKAN SWASEMBADA DAGING SAPI

MedanBisnis –  Lombok Barat. Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengungkapkan bahwa berbagai isu yang merebak beberapa waktu lalu merupakan bagian dari teror untuk melemahkan Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau (PSDS/K) pada 2014.
“Memang selama ini kami diteror dengan berbagai cara, malah ada isu bakso sudah dicampur daging babi, karena kita kesulitan mendapatkan daging sapi. Teror seperti itu untuk melemahkan program swasembada daging sapi/kerbau,” kata Suswono pada panen pedet (anak sapi) di Balai Inseminasi Buatan (IB) Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu sore (12/12).

Suswono yang didampingi Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek), Idwan Suhadi, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan pejabat lainnya, juga melakukan panen pedet secara simbolis. Total pedet yang dipanen selama 2012 sebanyak 272.082 ekor.

Sebagian pedet yang dipanen itu merupakan hasil Inseminasi Buatan (IB), selain ternak bibit dan ternak potong yang dikembangkan secara alami. Panen pedet beserta rangkaian kegiatannya itu merupakan bagian dari program NTB Bumi Sejuta Sapi (NTB-BSS) yang akan dicapai diakhir 2013, sebagai salah satu program unggulan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir.

Program NTB-BSS diluncurkan saat HUT ke-50 Pemerintah Propinsi NTB, 17 Desember 2008, diawali dengan populasi ternak sapi sebanyak 546.114 ekor dengan tingkat produksi 7,6% pertahun.

Suswono mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki berbagai aksi teror terkait program swasembada daging sapi/kerbau itu. Selain isu bakso dicampur daging babi yang mencuat di Yoyakarta dan Kalimantan Timur itu, aksi mogok kerja para penjagal di beberapa daerah di Pulau Jawa seperti di Jawa Timur dan Jawa Tengah, juga merupakan bagian dari teror terhadap kesuksesan program swasembada daging.

“Ternyata kemarin (beberapa waktu lalu) penjagal sapi tidak mau memotong karena juga diteror, jadi teror-teror seperti itu merupakan upaya untuk melemahkan kita terkait program swasembada daging sapi/kerbau,” ujarnya.

Oleh karena itu, Suswono berharap para peternak, termasuk di NTB agar mendukung program swasembada daging sapi/kerbau di 2014, dengan semangat untuk terus meningkatkan produksi ternak peliharaannya.

Ia meminta peternak untuk tidak mudah memotong ternak betina produktif, dan sebagai konsekuensinya pemerintah akan memberikan intensif. “Jangan  mudah untuk potong sapi betina produksif, kita kasih insentif Rp500 ribu, dan terus lakukan semangat swasembada daging sapi dan kerbau. Lebih banyak betinanya akan lebih baik untuk produksi di masa akan datang. Harap NTB dan NTT suplai bibit ke darah lain agar daerah lain juga berkembang,” ujarnya.

Mentan juga mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, bahwa ke depan masalah pangan akan menjadi masalah serius di dunia, karena kebutuhan meningkat dan harga terus naik, sehingga sejak dini perlu menyiapkan kebutuhan pangan Indonesia, dan jangan bergantung pada pangan impor.

“Lebih baik produksi dalam negeri, bila perlu beri pangan ke dunia. Semangat ini yang dicanangkan oleh Bapak Pesiden, dan mari kita amankan dan wujudkan,” ujarnya di hadapan seribuan warga NTB pada acara panen pedet itu.(ant)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *