PEMERINTAH SIAPKAN 4.000 TON BENIH PENGGANTI BLBU

MedanBisnis – Medan. Setelah dilakukan evaluasi berkaitan dengan pelaksanaan program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU), yang mana banyak ditemukan permasalahan di lapangan, maka untuk tahun 2013, BLBU dihapus. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan 4.000 ton benih bersubsidi kepada petani.
“Petani dapat memperolehnya di outlet-outlet yang sudah ada di desa dan kecamatan,” kata Kepala Bidang Bina Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumatera Utara (Sumut), John A Sinaga kepada MedanBisnis, Selasa (11/12).

Dikatakannya, beberapa permasalahan yang muncul di  lapangan dalam pelaksanaan program BLBU di antaranya, benih yang diberikan tidak sesuai dengan yang diminta petani. Kebanyakan petani meminta benih padi unggul varietas mekongga, namun yang diberikan justru varietas ciherang. Sementara varietas ciherang mudah diserang hama dan penyakit.

Permasalahan lainnya, kata John, dalam mendistribusikan benih ke petani seringkali tidak sesuai dengan pola tertib tanam. Petani mengalami kesulitan lantaran benih yang sampai tidak sesuai dengan masa tanam sehingga produktivitas dan produksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya.

Tidak itu saja, dalam sistem tender baik di tingkat pusat maupun propinsi juga masih bermasalah. Ini tentu saja berdampak langsung kepada petani sebagai pengguna benih untuk pertanamannya. “Berbagai metode sudah dilakukan tapi tetap saja terjadi permasalahan, maka itu BLBU ditiadakan saja,” katanya.

Namun demikian, lanjut John, petani tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah menyiapkan penggantinya. Petani tetap bisa memperoleh benih unggul dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pertanian pangan yang telah diberikan mandat dalam penyediaan benih unggul kepada petani.

Dikatakannya, dalam memperoleh benih bersubsidi petani hanya membayar Rp 2.000 – Rp 3.000 per kilogramnya. “Tapi itu masih ancang-ancang saja, kepastiannya belum ditetapkan,” katanya.
Dalam pelaksanaan program ini, PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani bekerjasama dalam menyediakan benih unggul. “Jumlah benih yang disiapkan selama setahun mencapai 4.000 ton.

Dari jumlah itu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi padi Sumut,” ujarnya.
Untuk mendapatkan benih tersebut, petani yang sudah terdaftar dalam  Calon Petani/Calon Lokasi (CPCL), bisa meminta surat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), melalui dinas terkait kemudian membeli benih tersebut di outlet-outlet benih yang sudah menjangkau di tingkat desa dan kecamatan.

Dan, dalam penyalurannya, PT SHS dan Pertani, sesuai dengan data CPCL dan penugasan dari propinsi bisa menyalurkannya kepada petani. “Diharapkan, petani bisa mendekatkan diri ke PT SHS dan PT Pertani penyaluran benih bisa tepat waktu, tepat varietas, tepat jumlah, sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan produksi secara signifikan,” tambahnya.(dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *