NATAL LANSIA GBKP KLASIS JAKARTA-BANTEN BERNUANSA MUSIK TRADISIONAL KARO

JHONI SINULINGGA. JAKARTA. Kebaktian dan Perayaan Natal Lansia GBKP Klasis Jakarta-Banten terlaksana dengan baik di GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) Runggun Kebayoran Lama sebagai tuan rumah [Sabtu 8/12] dengan nuansa musik tradisional Karo. Saat Kebaktian Natal, musik modern digabung dengan alat musik tradisional Karo seperti Sarune, Penganak dan Gung dimainkan silih berganti.
Acara dimulai Kata Pengalo-ngalo dengan sambutan yang dinyanyikan bagai perkolong-kolongmenyanyikan Lagu Pemasu-masun yang dibawakan oleh Dk. Riah Br Ginting dengan lagu Pujilah Tuhan (Mazmur 150 : 1-6 ). Prosesi disambut seperti penganten oleh tari Karo dengan lagu GBKP Simalem yang dibawakan oleh Moria Muda Runggun Kebayoran Lama untuk menyambut Penghotbah dan pelayan-pelayan Tuhan lainnya.

Saat Kebaktian Natal, koor diisi oleh Lansia Runggun Jakarta Pusat dengan lagu Keriahen Simbelin dinyanyikan versi Karo, Melayu, Pop dan Barat. Dilanjutkan berturut-turut oleh koor Lansia Runggun Pasar Minggu dengan lagu O Tuhan Babaimin Dalanku, koor Lansia Runggun Rawamangun dengan lagu Nggo Nusur ku Doni dan terakhir koor Runggun Kebayoran Lama dengan lagu Haleluya Puji Tuhan dengan begitu semarak karena pesertanya yang paling banyak.

Pdt. Ratna Sriany Br S. Meliala STh MA MMin dalam khotbahnya mengatakan, para Lansia sering berpikir dan merenungkan bagaimana nanti hidupnya semangkin hari semangkin tua, Penglihatan semangkin berkurang, daya ingat semangkin berkurang, pendengaran semangkin berkurang dan penyakit datang silih berganti. Nande Bapa jangan takut. Tuhan pencipta alam semesta tetap menjagamu. Tuhan tidak membiarkan kakimu goyah. Penjagamu tidak pernah tidur. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan. Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya (Masmur 121 : 7-8).

Perayaan Natal ini dimeriahkan oleh tari-tarian Karo yang dibawakan Moria runggun Kebayoran Lama, VG Viadolorosa, VG Mamre GBKP Kebayoran Lama, Ibre Br Brahmana, Nd. Ari Purba dan Bp. Joike Sinuraya dengan MC Nora Em. Nd. Ary Sinulingga dan Pt. Em.Kemal Sitepu. Ketua Panitia Natal kali ini Menson Sitepu (Bp. Agung) dalam sambutannya mengatakan, sebagai Lansia patut kita berterimakasih pada Tuhan. Kita masih bisa berjumpa pada Natal kali ini karena berkat dan kasih Tuhan yang luar biasa. Natal kali ini diisi dengan musik tradisional Karo menurut beliau kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi? Sebelumnya sudah dilakukan Pranatal dengan mengunjungi dan memberikan tanda kasih kepada Lansia yang sudah tidak sanggup datang ke Gereja.

BP Klasis Jakarta-Banten dalam sambutannya yang disampaikan oleh Pdt. Rehpelita Ginting STh M.Min mempertanyan: “Apa ukuran suatu bangsa dikatakan maju?” Jawabnya, adalah rata-rata harapan hidup sangat tinggi. Jadi, Lansia kita walaupun sudah berumur di atas 70 tahun bukan orang yang dikasihani tapi orang-orang yang dibanggakan karena bisa menjadi Penasehat. Mereka mentransfer pengalaman-pengalaman mereka dan jadi teladan. Sekarang ini, bangsa kita dalam krisis keteladanan. Lansia berperperan menjadi teladan.

Perayaan Natal Lansia GBKP Klasis Jakarta-Banten ditutup dengan doa yang dibawakan Pdt. Sahabat Perangin-angin STh. Tuan roman perayaan Natal tahun depan adalah GBKP Runggun Pengumben.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *