MAYAT DITEMUKAN DI LAU TIMAH BERNAMA FERNANDO MARPAUNG

IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Identitas mayat yang ditemukan di sungai Lau Timah Dusun V Desa Gunung Tinggi (Kec. Pancurbatu) [Sabtu 8/12 siang] akhirnya terungkap. Korban ternyata bernama Fernando Marpaung (18) warga Perdagangan yang bekerja di Pabrik Alumunium kawasan Jalan Binjai KM 12, Medan. Hal ini dibuktikan setelah keluarganya datang ke ruang jenazah RSUP H. Adam Malik Medan, setelah dilaporkan oleh petugas Polsek Kutalimbaru. Dua hari sebelum mayat ditemukan, keluarga korban telah membuat laporan ke Polsek Kutalimbaru.

Kepada petugas Polsek Kutalimbaru, keluarga korban melaporkan salah seorang anggota keluarganya bernama Fernando Marpaung hilang sejak Selasa [2/12]. Keluarga korban juga memberikan ciri-ciri korban, termasuk pakaian dan tali pinggang yang dikenakan korban. Ketika ada penemuan mayat  pria tanpa identitas (Mr X) di pinggir sungai Lau Timah Dusun V Desa Gunung Tinggi, warga yang mengetahui adanya laporan orang hilang di Polsek Kutalimbaru segera melaporkannya ke Polsek tersebut.

Begitu dapat info, petugas Polsek Kutalimbaru menghubungi keluarga korban untuk melihat mayat tersebut. Abang korban bernama Rebertus Marpaung bersama keluarga langsung menuju ke ruang jenazah RSUP H. Adam Malik, Medan. Setelah melihat tali pinggang  kepala besi bertuliskan I Love U serta gelang karet warna hitam yang dikenakan korban, keluarga meyakini dengan pasti kalau mayat tersebut adalah Fernando Marpaung. Malam itu juga mayat pria naas ini langsung diboyong keluarganya ke Perdagangan.

Kepada petugas Polsek Pancurbatu, keluarga korban mengaku, korban sudah hilang sejak Selasa lalu. Mereka juga menjelaskan, korban pergi dari rumah dengan mengendarai sepeda motor yang baru 3 bulan dibelinya. Keluarga korban menduga, pembunuhan korban ada kaitannya dengan cinta segi tiga. Sepengetahuan mereka, korban dekat dengan wanita pekerja cafe berinisial M (30). Ternyata, selain korban, ada pria lain yang juga menyukai wanita tersebut. Mereka juga  sempat dapat laporan  kalau korban pernah bertikai dengan pria rivalnya itu.

“Hanya saja, tidak sampai berakibat fatal. Keluarga menduga orang yang menghabisi nyawa korban ada kaitannya dengan pria tersebut,” ujar abang korban.

Namun demikian, mereka menyerahkan penanganan kasusnya kepada polisi untuk mengungkap siapa pembunuh korban dan apa motifnya. Mengingat TKP pembunuhan berada di kawasan Desa Sampe Cita (Kec. Kutalimbaru), proses pengusutannya ditangani petugas Polsek setempat. Pada hari yang sama setelah mayat korban ditemukan, wanita cafe yang disebut-sebut ada kaitannya dengan kematian korban diamankan ke Mapolsek Kutalimbaru untuk diperiksa secara intensif. Sedangkan pelaku pembunuhan berdarah dingin itu masih diburon.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB melalui Kanit Reskrim AKP Parulian Samosir saat dikonfirmasi mengatakan, kematian korban akibat dibunuh.

“Dari punggung, leher dan sekujur tubuhnya terdapat luka bekas senjata tajam sebanyak 14 liang. Motif pembunuhan diduga kuat karena masalah cinta segi tiga. Namun demikian, karena TKP berada di wilayah hukum Polsek Kutalimbaru, penanganannya diserahkan ke Polsek setempat,” ujar Samosir.

Sementara Kapolsek Kutalimbaru AKP Supriyadi Yto saat dikonfirmasi membenarkan kasus pembunuhan itu telah mereka tangani. ”Memang kasusnya kita yang menangani. Saat ini, kita masih memburu pelaku pembunuhan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa kita ungkap kasusnya,” ujar Supriyadi
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *