BETERNAK KAMBING MAKIN MENGGIURKAN

MedanBisnis – Medan. Peluang ternak kambing semakin menggiurkan. Meningkatnya permintaan daging kambing saat ini juga dipengaruhi kelangkaan daging sapi yang terjadi akhir-akhir ini.
“Pangsa pasar ternak yang satu ini masih terbuka lebar. Jika ditekuni, hasil dari pengembangbiakan ternak kambing sangat menguntungkan. Bukan hanya kambing pedaging, susu kambing  juga  semakin terbuka peluang bisnisnya,” kata Rahmat Riadi, peternak kambing di Namorambe, Pasar II, Deliserdang.

Adi biasa dia dipanggil, menjalankan usaha ternak kambing ini hanyalah meneruskan usaha orangtuanya. “Sudah 4 tahun usaha ternak kambing ini saya teknuni dan sekarang saya telah mempunyai sekitar 200 ekor kambing,” akunya.

Jenis kambing yang dipeliharanya adalah kambing etawa, bandot dan jenis lainnya.  “Saya memulai usaha ini karena melihat prospeknya cukup cerah.Kalau tekun merawatnya, hasil yang didapat tentu lebih baik,” ujarnya kepada MedanBisnis, Senin (10/12).

Banyak pembeli ujar Adi datang ke tempatnya untuk membeli kambing untuk acara akikah. Setiap harinya, dia bisa memotong 5-7 ekor kambing. “Perbulannya saya bisa  menjual antara 4 sampai 50 ekor kambing dengan harga jual yang bervariasi, tergantung jenis kambingnya,” ujarnya.

Yang paling murah, lanjut Adi, untuk kambing lepas menyusui harganya berkisar Rp500.000 per ekor. Sedangkan yang paling mahal harganya ada yang Rp 3.000.000. “Penjualan tertinggi bisa saya peroleh menjelang hari raya seperti Idul Adha. Lebaran Haji kemarin saya berhasil menjual sekitar 200 ekor kambing dan mendapat keuntungan hingga berkisar Rp 60 juta,” kata dia.

“Alhamdulilah usaha perternakan kambing ini untungnya sangat besar, mudah-mudahan bisa terus berkembang,” ujar Adi lagi.

Langkanya persediaan daging sapi dan juga mahalnya harga daging sapi saat ini ternyata memberikan dampak yang besar bagi dia. “Banyak konsumen yang beralih membeli kambing-kambing saya. Bahkan peningkatannya berkisar 50 persen dari biasanya,” katanya.

Dia mengungkapkan, beternak kambing termasuk sulit. Namun jika ditekuni, kesulitan itu tidak berarti dibanding keuntungan yang diperoleh. Kedepan, setelah masa produksi berkembang, ia akan melakukan pemetaan kambing berdasarkan klasifikasi dan usia.(cw 02)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *