SISTEM BUDIDAYA EMPANG PALUH LEBIH UNTUNG

MedanBisnis – Langkat. Sistem budidaya udang tiger dan ikan di empang paluh ternyata mampu menepis segala risiko yang mungkin timbul. Selain memperkecil biaya perawatan cara pembesaran udang dengan teknik seperti ini juga tidak rumit bahkan usaha ini bisa berlangsung hingga puluhan tahun.
“Empang paluh tidak merusak lingkungan dan habitat kawasan pesisir, baik kondisi tanah yang tetap asri bahkan udang yang dipelihara terhindar dari ancaman penyakit dan kematian akibat tercemar zat kimia berbahaya dari pemberian pakan pabrikan,” kata Wagimin (54), salah seorang pengelola empang paluh di Desa Pasar Rawa Kecamatan Gebang, Langkat kepada MedanBisnis, Senin (3/12).

Wagimin yang mengaku sudah lebih dari 12 tahun berusaha budidaya udang dengan sistem empang paluh tidak sulit member makan udang. Sebab, pakan alami cukup tersedia mulai ikan, udang bahkan kepiting.  “Jadi, tidak susah memberi pakan begitu juga dengan perawatan.  Semua orang bisa melakukannya,” kata dia.

Saat ini lanjut dia, kalangan petambak budidaya udang tiger sudah beralih ke budidaya udang vaname. Ini akibat budidaya tiger tidak lagi menjanjikan akibat serangan penyakit yang terjadi.
“Sisa pakan pabrikan yang ada dalam tambak menjadi racun sehingga sulit untuk dikembalikan ke semula. Dan, itu juga diperperah dengan tanaman yang ada di dalam tambak punah,” jelas Wagimin.

Tetapi kalau di empang paluh, lanjut dia, cukup membenteng keliling guna mengatur air laut masuk maupun mengurung biota air. “Ketika air laut pasang, kita masukkan air laut ke dalam empang. Air laut yang masuk membawa beragam jenis ikan, udang dan bioata air lainnya. Ketika air tenang, pintu air (dam) untuk keluar masuknya air kita tutup,” jelasnya.

Dengan sistem seperti itu, dirinya hanya menunggu waktu enam bulan untuk memanen jenis biota air tadi seperti udang kelong, udang tiger, udang swalow, ikan belanak, kerapu dan lainnya.

“Udang tiger ada  58 kilogram dengan ukuran 30 ekor per kilogram yang harga jualnya mencapai Rp 70.000 per kilogram. Sedangkan udang kelong ukuran 40-45 ekor per kilogram laku dijual antara Rp 40.000-Rp 45.000 per kilogram. Sementara kepiting dan ikan belum ditimbang,” aku Wagimin yang baru saja panen ikan dari empang paluh miliknya seluas 3 hektare.(misno)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to SISTEM BUDIDAYA EMPANG PALUH LEBIH UNTUNG

  1. aldiroumansyah says:

    brapa ukuran empang untuk pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *