HANYA 2 KABUPATEN DISETUJUI PEMBENTUKAN CBD

MedanBisnis – Medan. Dinas Pertanian Sumatera Utara (Distan Sumut) mengusulkan pembentukan Cadangan Benih Daerah (CBD) di 20 kabupaten sentra produksi padi Sumut dengan jumlah sebanyak 10 ton per kabupaten. Namun, hanya Asahan dan Labuhanbatu saja yang disetujui dengan jumlah yang lebih kecil yakni 6 ton per kabupaten.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Sumut, John A Sinaga kepada MedanBisnis, Senin (3/12) di Medan, mengatakan, pihaknya telah mengajukan dalam Perubahan Anggaran Belanja Daerah (PAPBD) agar di 20 kabupaten sentra produksi padi Sumut, di antaranya Serdang Bedagai, Deliserdang, Simalungun, Langkat dan Karo dengan jumlah 10 ton per kabupaten.

Namun yang disetujui hanya Asahan dan Labuhanbatu. “Saya tidak mengetahui alasannya sehingga hanya 2 kabupaten saja yang disetujui. Padahal, jika melihat kondisi cuaca saat ini yang mana curah hujan cukup tinggi hingga akhir tahun, potensi terjadinya banjir yang bisa mengakibatkan puso cukup besar,” katanya.

Padahal, lanjut John, dengan dibentuknya CBD, petani akan sangat terbantu karena bantuan benih akan lebih cepat datang mana kala areal persawahannya mengalami puso. “Karena kalau mengandalkan dari  cadangan Benih Nasional, prosesnya bisa memakan waktu  minimal 2 minggu, takutnya petani sudah kehabisan waktu tanam, kasihan petaninya,” katanya.

Ia menjelaskan, sebenarnya bantuan untuk petani yang mengalami puso akibat bencana banjir, tidak hanya dari  CBN. Pemerintah memberikan bantua sebesar Rp 3,7 juta per hektare kepada petani yang mengalami  puso akibat bencana alam, dengan catatan usia  tanaman minimal 30 hari. Sementara yang ditakutkan, jika ternyata dari kebanyakan areal persawahan yang puso, usia tanamnya di bawah 30 hari.

Dikatakannnya, untuk petani yang sawahnya usia tanamnya di bawah 30 hari dan mengalami puso, pemerintah mengalokasikan bantuan benih melalui CBN dengan persyaratan kabupaten/kota tersebut sudah mempesiapkan sarana lainnya, seperti pupuk, pestisida, dan sarana lainnya. Begitupun, mekanisme yang harus dilewati juga memakan waktu.

Kabupaten/kota kata dia, harus mengajukan usulan bantuan terkait areal persawahan yang puso akibat bencana alam ke Distan Sumut. Dari situ, Distan Sumut akan melakukan verifikasi kebenaran di lapangan dan menyurati ke Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.

“Prosesnya seperti itu, setelah menerima surat dari propinsi, Dirjen Tanaman Pangan akan menugaskan entah ke PT Pertani ataupun ke PT Sang Hyang Sri, untuk pengadaan benihnya,” katanya.

Untuk mempercepat proses, Distan Sumut kata John, sebenarnya berkeinginan untuk mebentuk CBD agar bantuan benih bisa diperoleh lebih cepat oleh petani karena benih tersebut sudah berada di kabupaten.”Sayangnya, hanya Asahan dan Labuhanbatu saja yang disetujui untuk dijadikan CBD dari 20 kabupaten/kota yang diusulkan. Dan, itupun jumlahnya dikurangi menjadi 6 ton per hektare,” tandasnya.(dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *