JUDI SAMKWAN KEMBALI MARAK DI TUNTUNGAN

IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Sepertinya, kepolisian jajaran Polresta Medan tidak serius memberangus judi samkwan di Desa Tuntungan (Kec, Pancurbatu). Ini terbukti dengan kembalinya judi samkwan, dadu putar dan berbagai judi lainnya di lokasi di Tuntungan. Permainan judi ini dikelola oleh warga turunan yang langsung datang dari Ibu kota. Mereka dikabarkan bekerjasama dengan warga setempat yang memiliki pengaruh di Desa itu, sehingga praktek perjudian yang beromset ratusan juta tersebut berjalan mulus.

Seperti yang dikatakan oleh seorang warga desa Tuntungan yang tak mau menyebutkan namanya,  demi keselamatan jiwanya. Saat ditemui sejumlah wartawan di Tuntungan [Minggu 2/12 sore], ia mengatakan, praktek perjudian itu sudah berlangsung lama, tak terjamah oleh aparat kepolsian setempat. Sebabnya, kata bapak paruh baya ini, lokasi perjudian sudah dirancang sedemikian rupa di pinggir sungai. Untuk menuju ke lokasi,  kita harus melewati 3 gerbang portal yang dijaga oleh beberapa lelaki tegap dan sebahagian berambut cepak. Sekeliling lokasi telah dipasang CC TV pemantau agar para tamu yang datang dapat diketahui, paparnya.

“Baru-baru ini memang ada penggerebekan yang dilakukan ratusan aparat kepolisian gabungan. Penggerebekan itu tidak membuahkan hasil sebab, saat dilakukannya pengerebeken, lokasi telah kosong. Diduga kuat sebelum dilakukannya pengerebekan, ada anggota yang membocorkan kepada para pengelola perjudian sehingga, saat penggerebekan, seolah-olah di tempat itu tidak pernah ada permainan judi,” tuturnya.

Dia menduga, pengerebeken hanya untuk mengelabui masyarakat. Sudah beberapa media massa yang menyoroti lokasi perjudian tersebut sehingga para penegak hukum  menjadi malu.

“Untuk memperlihatkan kinerjanya kepada masyarakat, aparat gabungan melakukan penggerebekan meskipun tidak ada satu orang pun yang berhasil diamankan,” ujar bapak ini lagi.

Begitu juga halnya dengan wawancara wartawan dengan salah seorang tokoh agama Desa Tuntungan yang enggan menyebutkan namanya. Ia meminta Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro kembali membentuk Timsus Anti Judi seperti beberapa bulan yang lalu. Saat Timsus Anti Judi dipimpin Kompol Yusup, praktek perjudian di berbagai tempat berhasil diringkus dan dimajukan ke persidangan.

“Namun, saat ini, praktek perjudian yang dilarang oleh hukum dan agama itu berkembang pesat di Tuntungan. Atau, memang benar anggapan masyarakat, bahwasannya bandar judi sudah bisa mengatur aparat?” ujarnya.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *