DITABRAK KERETA API, MOBIL DOKTER TERJUN KE SAWAH

LUBUKPAKAM- Mobil Toyota Avanza BK 1340 MR, yang ditumpangi rombongan keluarga dr Erizal Kaban warga Galang Kelurahan Cemara Kecamatan Lubukpakam, masuk ke sawah setelah ditabrak kereta api pengangkut CPO, Rabu (5/12) pukul 13.30 WIB

Mobil tersebut mengalami rusak parah akibat hantaman KA barang bernomor BB 3038401, yang melaju kencang dari Tebingtinggi menuju Medan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun tiga dari empat penumpang mengalami luka parah (kritis) dan kini dirawat di RSUD Lubukpakam.

Peristiwa naas itu terjadi, bermula ketika mobil Avanza yang dikemudikan Dr Erizal Kaban, datang dari arah Lubukpakam menuju Batangkuis. Saat melintas rel perlintasan kereta api (KA) di  Pasar Sore Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin, diduga korban tidak mengetahui kereta api telah datang. Akibatnya tabrakan  tidak dapat dihindarkan lagi.

Selain dr Erizal Kaban, istrinya dr Rida Limbong bersama dua anaknya, Jaki alias Kiki (5) dan Zaskia (3) juga turut menjadi korban. Dengan kondisi luka parah dan kritis para korban dilarikan ke Rumah Sakit Patar Asih untuk mendapatkan perawatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, dr Erizal Kaban bersama keluarganya berencana menghadiri suatu acara keluarga di Medan. Korban bersama keluarganya berangkat dari rumahnya menuju Medan, melalui jalan Batangkuis. Ini dilakukan korban untuk menghindari kemacetan, karena ada aksi demo buruh di jalur lintas Sumatera (jalinsum) Tanjungmorawa.

Mobil Avanza yang dikumudikan dr Erizal Kaban, rusak parah akibat hantaman KA yang menyebabkan mobil terseret hingga 15 meter dari lokasi tabrakan. Mobil naas itu berhenti, setelah mereka terlempar kedalam areal persawahan milik warga.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap korban ke Rumah Sakit Patar Asih yang tak jauh dari lokasi kejadian. Karena luka yang dialami para korban cukup parah, mereka terpaksa dirujuk ke RSUD Lubukpakam.

Berdasarkan keterangan warga sekitar perlintasan KA tersebut kerab menelan korban jiwa. Karena perlitasan tersebut tidak ada palang perlintasannya. Hal ini akibat kurang tanggapnya PT KAI dan Pemkab Deliserdang.

“Padahal sudah sering dilokasi ini tabrakan kereta api. Tapi pemerintah tak mau memasang palang pintu rel nya. Sudah banyak yang mati di lokasi ini,” tegas Iyan Febri (32) warga Desa Bakaranbatu.

Sementara itu Kepala Rumah Sakit Umum Deliserdang (RSUD), Dr Aida Harahap, mengatakan bahwa korban adalah bawahannya. Untuk mendapatkan perawatan yang maksimal kepala RSUD tersebut terpaksa merujuk korban ke rumah sakit milik Pemkab Deliserdang.
“Dr Erizal bertugas RSUD, isterinya bertugas di Puskesmas Dolok Masihul. Dan sesuai dengan permintaan keluarga korban, semuanya dirawat di RSUD,” terangnya.(btr)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *