DAK DI SLTP ABDI KARYA TALAPETA TIDAK TEPAT SASARAN

IMANUEL SITEPU. STM Hilir. Peruntukan Dana Alokasi Sekolah (DAK) senilai Rp 270 juta untuk rehabilitasi SLTP Abdi Karya di Desa Talapeta (Kec. STM Hilir, Deliserdang)  yang dilakukan secara swakelola dinilai tidak tepat sasaran dan menjadi ajang korupsi. Hal ini disampaikan ketua LSM Perak Sumut Antonius Sitanggang SH.

“Pola pengerjaan proyek secara swakelola pada dasarnya menyalahi aturan Keppres No. 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan juga menyalahi UU No. 18/1999 tentang Jasa Konstruksi. Secara teknis, kualitas pekerjaan proyek swakelola meragukan karena pelaksananya tidak mempunyai sertifikat kompetensi seperti yang dipersyaratkan oleh UU No. 18/1999. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap bangunan yang dikerjakan secara swakelola, misalnya gedung roboh akibat kesalahan konstruksi, tidak ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawabannya,” tutur Antonius.

Di samping itu menurutnya sistem pengerjaan secara swakelola memungkinkan terjadinya kolusi yang semakin besar. Hal ini karena tidak banyak terdapat tukang yang mempunyai keahlian memadai melaksanakan pekerjaan bangunan untuk kepentingan publik. Juga dalam pelaksanaan swakelola yang dilakukan langsung oleh kepala sekolah itu tidak melibatkan masyarakat sekitar sekolah sesuai Permendiknas No. 5 Tahun 2010. Jadi,  masyarakat meminta kepada pihak yang berwajib agar memeriksa setiap oknum yang terlibat di dalamnnya.

“DAK Rp 270 juta yang diterima SLTP Abdi Karya Talapeta merupakan dana rehab. Namun, pada prakteknya, digunakan untuk mendirikan bangunan baru. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa pelaksanaannya tidak sesuai target. Di sekolah ini dana DAK digunakan untuk mendirikan bangunan baru, sementara masih banyak sekolah di Deliserdang yang kondisinya lebih memprihatinkan,” papar Antonius.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *