LANGKAT TANAM GAHARU 20.000 BATANG

LANGKAT – Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melakukan penanaman 20.000 batang gaharu di lahan-lahan kritis guna mengurangi emisi rumah kaca, sekaligus mendukung program penanaman satu juta pohon.

“Kita lakukan penanaman pohon gaharu di berbagai lahan kritis yang ada,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Lahan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Langkat, Azrinal Lubis di Stabat, hari ini.

Kawasan yang menjadi perhatian instansinya adalah wilayah Langkat Hulu, yang meliputi Bahorok, Sei Bingei, Salapian, Kutambaru, Sirapit, Kuala, Selesai, katanya.

Diharapkan nantinya gaharu ini mampu mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus akan menjadi pohon pelindung guna mendukung program penghijauan yang dikembangkan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu.

Lubis juga mengungkapkan selain bisa menjadi kawasan hijau, gaharu ini juga mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, katanya.

Pada bagian lain, dikatakanya bahwa saat sekarang ini masyarakat Langkat di beberapa kecamatan juga sudah mengembangkan tanaman gaharu ini. Seperti yang terdapat di kecamatan Bahorok dan kecamatan Wampu, katanya.

Sementara itu, salah seorang pengelola tanaman gaharu Mahmuddin Sani mengungkapkan bahwa gaharu telah menjadi komoditi perdagangan dari kepulauan nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab serta Afrika Timur.

Serbuk atau abu dari gaharu ini juga digunakan sebagai bahan pembuatan dupa, hio dan bubuk aroma terapi. Sampai saat ini pemanfaatan gaharu masih dalam bentuk bahan baku sebagai kayu bulatan, cacahan, bubuk,atau fosil kayu yang sudah terkubur.

Dia mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan tanaman gaharu ini khususnya di Kecamatan Bahorok.

“Nilai ekonominya sangat tinggi, diharapkan nantinya pohon gaharu ini akan terus dikembangkan ditempa lainnya,” kata Mahmuddin Sani.

Sekarang saja, kata dia, gaharu yang ditanamnya telah banyak mendapat perhatian dari berbagai kalangan, terutama untuk bahan penelitian. “Mudah-mudahan nantinya Langkat akan menjadi salah satu sentra gaharu di Sumatera Utara,” katanya.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *