2 PEMUDA GOBLOK JAMBRET KALUNG IMITASI

IMANUEL SITEPU. PANCURBATU. Ada yang unik kemarin sore di wilayah hukum Polsek Pancurbatu. 2 pelaku jambret ditipu oleh korbannya. Sialnya, saat menjambret kalung perempuan di Jl. Jamin Ginting (Kec. Pancurbatu), kedua anak baru gede (ABG) itu terpental ke badan jalan setelah ditabrak sepeda motor yang dikemudikan korbannya sendiri [Senin 3/12 sekira Pkl. 19.00 wib].

Kedua pemuda yang dipenuhi tato di tangannya itu terpental ke badan jalan. Keduanya pun meringis kesakitan. Namun, tak berselang lama, diduga takut dihakimi massa atau akan berurusan dengan pihak kepolisian, keduanya kembali mendirikan sepeda motor bebek jenis matic yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Anehnya, 2 pria yang saat itu mengenakan jaket hitam tersebut langsung tancap gas ke arah Medan, tutur  Icha Syafitri (21) warga Jl. Jamin Ginting, Kelurahan Selayang (Medan).

Hari itu, Icha baru saja pulang dari tempatnya bekerja di salah satu koperasi kredit di pasar Melati Tanjungselamat, Medan. Karena teman satu kerjanya meminta tolong diantar ke rumahnya di Lapangan Golf Tuntungan, korban pun mengamininya. Usai mengantar rekan sekerjanya, ibu satu anak itu pun berencana pulang ke rumahnya melalui jalur Simpang Tuntungan, Pancurbatu. Apes, saat tiba di TKP, sepeda motor yang dikemudikannya dipepet kedua pria yang saat itu datang dari arah Pancurbatu. Kalung perhiasan miliknya langsung ditarik pria yang berada di boncengan. Kontan saja, Icha gugup, Begitu ada yang menyentuh lehernya, korban dengan gerakan refleks langsung menabrak kaki salah seorang pelaku yang bertugas sebagai eksekutor yang duduk di boncengan.

Akibatnya, diduga karena kesakitan, pelaku tak dapat menjaga kestabilan di atas sepeda motornya hingga akhirnya terjatuh ke badan jalan. Uniknya, atau karena memiliki ilmu kebal atau karena ketakutan, kedua pelaku langsung kabur begitu berhasil mendirikan sepeda motornya yang sempat terjatuh. Sedangkan korban hanya berdiam diri begitu melihat keduanya kabur ke arah Medan.

“Biarkan saja mereka kabur, sudah kena tipu kok dia. Kalung itu imitasi, kok. Kemarin, waktu kami liburan bersama keluarga ke Pasar Sambu, saya beli kalung itu seharga Rp 75.000. Gak akan laku itu dijualnya. Untuk apa saya buat laporan,” ucapnya kepada salah seorang warga sekitar, Gordon Sembiring (35), saat Gordon menyarankan agar dia langsung membuat laporan ke Polsek Pancurbatu.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *