TIDUR MENJAGA TEKANAN DARAH

Tidur satu jam lebih awal setiap malam menurunkan tekanan darah hanya dalam enam pekan.

JAKARTA –  Tidur satu jam lebih awal dari waktu lelap biasanya bisa menangkal tekanan darah, menurut sebuah studi baru. Para peneliti menemukan, orang-orang yang menunjukkan tanda-tanda awal gejala tekanan darah tinggi dapat menormalkan tekanannya cukup dengan menambah waktu satu jam tidur dalam enam pekan.

Penelitian yang dilakukan peneliti Harvard Medical School di Boston, Amerika Serikat, memantau pria dan perempuan yang secara teratur tidur malam hanya tujuh jam atau kurang dan pembacaan tekanan darahnya mulai naik dari batas.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi, mempengaruhi satu dari lima orang dewasa di Inggris, mengutip Daily Mail, Selasa (4/12). Kondisi ini dianggap bertanggung jawab terhadap separuh dari semua serangan jantung dan stroke.

Meskipun berbagai obat hipertensi tersedia, diperkirakan lebih dari setengah pasien tekanan darahnya ‘kurang terkontrol’. Artinya, tekanan darah mereka berada dalam zona bahaya di atas 140mmHg/90mmHg, angka dari tekanan ketika jantung memaksa darah sehingga tekanan darah di alteri melonjak dan pembuluh darah lemas ketika rileks. Kurang tidur dan gaya hidup yang penuh tekanan telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi.

Namun studi baru ini termasuk yang pertama membuktikan bahwa tekanan darah dapat dikendalikan hanya dengan meningkatkan durasi tidur.

Peneliti merekrut 22 pria dan perempuan paruh yang prahipertensi atau pembacaan tekanan darahnya tidak terlalu tinggi, tetapi telah meningkat dan berada pada target untuk mencapai tingkat  berbahaya.

Para relawan semua mengaku tidur tujuh jam atau kurang semalam.

Selama periode enam pekan, sebanyak 13 anggota dari kelompok diberitahu untuk memperpanjang pola tidur mereka dengan tidur satu jam lebih awal dari biasanya. Sisanya diminta tidur seusai jadwal rutin tidur mereka.

Mereka semua mengenakan monitor untuk memeriksa tekanan darah dan menjalani pemeriksaan darah dan urin juga.

Hasil temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Sleep Research, menunjukkan kelompok yang menambah durasi tidur, paling sedikit menambah waktu tidur 35 menit. Akibatnya, rata-rata pembacaan tekanan darah mereka turun tajam antara delapan hingga 14mmHg.

Para peneliti memperkirakan terlalu sedikit tidur mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menangani hormon stres yang bisa menaikkan tekanan darah.

Karenanya, dalam para peneliti mengatakan tidur ekstra dapat segera diresepkan sebagai obat untuk tekanan darah tinggi.

“Temuan awal ini harus ditafsirkan dengan hati-hati. Tapi, riset di masa depan harus melihat apakah meningkatkan durasi tidur adalah strategi yang efektif dalam pengobatan hipertensi.”
sumber : shnews

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *