EKSPOR KOPI INSTAN NAIK 22,23%

MedanBisnis – Medan. Konsumsi masyarakat dunia atas kopi yang meningkat tajam turut memberi andil pada perubahan nilai maupun volume ekspor kopi instan asal Sumatera Utara (Sumut). Sepanjang Januari-Oktober 2012, nilai ekspor kopi instan mencapai US$ 9,164 juta, atau naik sebesar 22,23% dari yang sebelumnya US$ 7,497 juta pada periode yang sama di tahun 2011.
“Peningkatan permintaan bubuk kopi dalam kemasan ini juga terjadi di seluruh wilayah penghasil kopi di Indonesia, di antaranya Lampung. Konsumsi masyarakat internasional akan kopi memang sangat bagus. Ini juga yang membuat permintaan dari pasar internasional jadi tinggi,” katanya Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut Andryanus, di Medan, Jumat (30/11).

Selain konsumsi yang tinggi, katanya, kenaikan ini juga disebabkan adanya penurunan pembelian dalam bentuk biji. Ini lantaran harga kopi dalam bentuk biji lebih mahal hingga membuat masyarakat memilih kopi instan.

Dikatakan Andryanus, peralihan konsumsi masyarakat ini bukan hanya terjadi di pasar international, namun juga terjadi di pasar domestik. Terbukti, permintaan kopi instan untuk pasar domestik tak kalah banyak dibandingkan pasar internasional. Meski belum terdata secara pasti, namun diyakininya jumlahnya tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat. “Peningkatan ini terjadi lantaran petani lokal mulai memahami pasaran internasional, khususnya untuk jenis kopi Gayo, Mandailing, dan Toraja,” katanya.

Pengamat ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen Dr Parulian Simanjuntak, mengatakan, lonjakan permintaan kopi instan atau bubuk kopi memang terjadi secara nasional. Hal ini tidak terlepas dari adanya pola konsumsi yang semakin tinggi terhadap kopi. “Tren menguatnya permintaan bubuk kopi itu mengindikasikan kalau industri kopi dalam negeri akan semakin berkembang,” ungkapnya.

Kasie Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Fitra Kurnia, mengungkapkan, selain kopi instan, Sumut juga mengekspor kopi arabika dan robusta. Tercatat, hingga periode Oktober 2012, ekspor kopi arabika Sumut senilai US$ 319,165 juta dan volume 52.176 ton atau naik 3,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 308,775 juta dan volume 51.443 ton. Sedangkan ekspor kopi robusta senilai US$ 6,325 juta dan volume 2.813 ton atau turun 12,06% dibandingkan tahun 2011 senilai US$ 7,193 juta dan volume 4.840 ton.  ( elvidaris simamora)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *