TATA KRAMA PENGGUNAAN KLAKSON

VIVAlog – Membunyikan klakson saat berada di keramaian arus lalu lintas ternyata memiliki tata krama tersendiri. Pengamat tata kota dan transportasi, Yayat Supriyatna, mengatakan bunyi klakson ternyata memiliki arti. “Ada cara supaya bunyi klakson sesuai situasi dan kondisi,” ungkapnya.

Bagaimanapun juga, membunyikan klakson berkaitan erat dengan cara Anda mengemudi dan masalah sopan santun di jalan.

Berikut adalah etika atau tata krama dalam menggunakan klakson.

Pertama, klakson tidak dibunyikan pada malam hari. Hal ini wajar, karena dari sinar lampu, sebenarnya orang sudah mengetahui ada mobil akan lewat. Sedangkan di waktu siang hari, klakson digunakan untuk mengingatkan, memperingatkan atau memerintah.

Saat hendak mendahului mobil lain, pengendara cukup membunyikan klakson sekali saja. Membunyikan klakson bisa juga guna memperingatkan agar pengendara lain tidak menyeberang sebelum kendaran lewat atau saat ada kendaraan lain yang mundur maupun berbelok. Lalu, ketika pengendara mendapat kesempatan untuk mendahului mobil lain, sebagai rasa terima kasih, saat mobil sejajar, Anda boleh membunyikan klakson “setengah” kali dengan bunyi yang lebih lembut. Umumnya, Anda akan mendapat jawaban dengan bunyi klakson juga.Saat anda membunyikan klakson maka bisa berarti klakson-mu adalah harimau-mu. Namun Yayat berpendapat, ketika pengendara sedang emosi, tidak sabar, dan terjebak kemacetan kadang melakukan hal yang taksopan pada pengendara lain. Mungkin saking gregetan, pengendara pun membunyikan klakson panjang atau bertubi-tubi. Dalam kondisi situasi tertentu, bahasa klakson ini bisa disalahartikan. Meski si penekan klakson tak bermaksud untuk menyampaikan pesan tertentu, pengendara lain bisa saja menerima arti yang berbeda, seperti yang terjadi pada kasus Munarman, juru bicara Front Pembela Islam (FPI). Ia dikeroyok karena membunyikan klakson kala situasi lalu lintas sedang macet di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (25/11) lalu.

KLAKSON-MU ADALAH HARIMAU-MU
Membunyikan klakson saat berada di keramaian arus lalu lintas ternyata memiliki tata krama tersendiri. Klakson berfungsi untuk memberikan peringatan kepada pemakai jalan di depan pengendara lain atau pejalan kaki, agar memberikan jalan atau berhati-hati.

Saat anda membunyikan klakson maka bisa berarti klakson-mu adalah harimau-mu. Nah, bagaimana membunyikan klakson tanpa membuat orang lain kesal? Pengamat tata kota dan transportasi Yayat Supriyatna mengatakan bunyi klakson ternyata memiliki arti. “Ada cara supaya bunyi klakson sesuai situasi dan kondisi,” ungkapnya.

Bagaimana-pun juga, membunyikan klakson berkait erat dengan cara Anda mengemudi dan masalah sopan santun di jalan. Sementara, warga di Jepang, Eropa, atau Amerika, jarang sekali orang menggunakan klakson. Tingginya rasa solidaritas dan disiplin berlalu lintas, membuat klakson hanya digunakan bila ingin “menghalau” hewan yang lewat.
sumber : adetruna

This entry was posted in Berita, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *