BUPATI KARO TANAM TEREMBESI DI DELLENG KUTU

BERASTAGITanah Karo-andalas Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti bersaa Dandim 0205 TK Letkol Kav P Meyer Putong SH  dan Ketua Pengadilan negeri Kabanjahe Sri Kuncoro SH, MH serta sejumlah siswa SD maupun SMA menanam pohon Terembesi di Delleng Kutu Desa Gurusinga Kecamatan Berastagi, Rabu (28/11).

Ketua panitia pencanangan, MA Pranoto Ginting SH yang juga Kabid RHL di Dinas Kehutanan Karo mengatakan, dasar pencanangan penanaman pohon tersebut dilakukan di Deleng Kutu, karena lokasi kawasan jarak tempuhnya dekat dengan Kota Berastagi dan kemungkinan kawasan ini akan dijadikan hutan kota. Sebab luas Deleng Kutu sekitar 43 Ha dengan ketinggian diatas perukaan laut sekitar 1.400 M.

Dikatakan, untuk meningkatkan estetika lingkungan hidup dan mengikuti agenda nasional penanaman pohon, Pemerintah Kabupaten Karo melakukan pencanangan penanaman pohon berdasarkan Keppres RI No.24/2008 serta Surat Menteri Kehutanan No.S.837/Menhut-V/2009.

Lanjutan pencanangan, dilakukan penanaman bibit pohon sejumlah 2.500 batang seperti trambesi, ingul/suren, pulai, singon, durian dan alpukat dengan tinggi rata-rata 50Cm-75 Cm. 30 % jumlah di antaranya bibit multi porpose tree spesies (MPTS) atau bibit pohon yang berbuah.

Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti menyebutkan, dalam memperingati HMPI dan BMN tahun 2012 dengan tema “Hutan Kota Mendorong Terwujudnya Indonesia Hijau. “Tema ini menunjukan bahwa Indonesia mempunyai komitmen yang tinggi serta programyang konsisten dalam melaksanakan upaya rehabilitasi hutan dan lahan,” katanya.

Dijelaskan, dengan komitmen Presiden RI Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono tentang upaya Indonesia menurukan emisi gas rumah kaca sebesar 26% atau 46% dengan bantuan masyarakat internasional tahun 2020.

Sebagaimana diketahui, ruang terbuka hijau 30% sebagai daerah resapan air, dan pelu kita tata kembali pada setiap lingkungan guna mencegah terjadinya bencana seperti banjir, tanah longsor, angin topan dan kekeringan panjang. “Seperti kata pepatah, jangan wariskan air mata, tetapi wariskanlah mata air kepada anak cucu kita pada masa mendatang,”sebut bupati.(NT)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *