PELANTIKAN BUPATI PERTAMA DIUSUL JADI HARI LAHIR KABUPATEN KARO

IWAN TARIGAN. KABANJAHE. Tanggal 13 Meret 1946, merupakan satu dari sekian hari yang memiliki makna penting bagi Pemerintahan Kabupaten Karo. Saat itu, seorang pria kelahiran Desa Limang (Kec. Tigabinanga, Kab. Karo), Rakoetta Sembiring Berahmana, diangkat oleh Komite Nasional Indonesia Tanah Karo menjadi Bupati Pertama pasca perang kemerdekaan. Untuk mengenang pria kelahiran 4 Agustus 1914 itu, sekaligus mengabadikan tanggal bersejarah pelantikannya sebagai Bupati Karo, pihak keluarga beserta panitia, selain mengusulkan penabalan nama jalan, juga berniat menjadikan tanggal pelantikan Rakoetta sebagai hari lahirnya Pemerintahan Kabupaten Karo.
erahmana”.

Nancy Meinintha Brahmana yang merupakan cucu langsung Rakoetta S. Brahmana dan sekaligus sebagai Penasehat Panitia Seminar Sehari ini sedang memberikan Kata Sambutan dalam acara pembukaan.

Hal itu terungkap dalam seminar sehari “Peran Rakoetta S. Berahmana dalam Pembentukan Kabupaten Karo & Penetapan Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Karo” yang digelar di Gedung PPWG Zentrum Jl. Nabung Surbakti, Kabanjahe [Kamis 27/9]. Nancy Meinintha Berahmana, cucu Rakoetta S. Berahmana dari anak lelaki tertua keturunan Bupati Karo pertama itu, kepada Sora Sirulo di sela-sela seminar menjelaskan, diadakannya seminar ini merupakan partisipasi seluruh tokoh masyarakat Karo yang berkeinginan meluruskan sejarah. Pembentukan Pemkab Karo adalah hasil perjuangan para pejuang Karo, ujarnya. Oleh karenanya, lanjut Nancy, keluarga dan panitia mengharapkan kerjasama, dukungan, serta bantuan segenap pihak dalam percepatan perwujudan, realisasi nama jalan serta penetapan hari lahirnya Pemkab Karo, sekaligus menjadikan nama aula Kantor Bupati Karo menjadi “Aula Rakoetta S. Berahmana”.

Sementara itu, ketua panitia seminar Sastra Sinulingga menjelaskan, secara de facto, penabalan naman jalan Rakoetta S. Berahmana telah dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2012 lalu. Namun secara de jure, ada beberapa persyaratan lain yang harus dilengkapi panitia. “Jalan Kotacane Kabanjahe hingga Laupakam (perbatasan NAD, red) merupakan jalan negara. Ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi diantaranya seminar ini,” ujar Sastra.

Dalam seminar kemarin, sejumlah narasumber menguraikan makalahnya masing-masing. Mantan guru besar USU, Prof. Hiras M.L Tobing PHd yang saat ini juga sebagai Ketua Litbang CM Jakarta dengan materi “Dinamika dan Muara Pergerakan Kebangsaan Nasionalisme dan Patriotisme Menuju Kemerdekaan”, drs. Wara Sinuhaji MHum dengan makalah “Sejarah Perkembangan Kabupaten Karo”, Juara R. Ginting melalui teleconference dengan materi “Peran Rakoetta S. Berahmana Dalam Pembentukan Kabupaten Karo”, dan Rahmat Purba SE MS dengan makalah “Perjuangan Rakoetta S. Berahmana Menentukan Pemerintahan Kabupaten Karo Berdiri Sendiri”.

Walikota Tanjungbalai Thamrin Munte MHum dalam kata sambutannya menyatakan terharu atas kegiatan yang diselenggarakan. “Rakoetta adalah Bupati ke dua Asahan yang saat itu meliputi Kotamadya Tanjungbalai. Selama ini, kami telah mencari keturunannya tetapi tidak jumpa. Ketika ada undangan seminar ini, kami sangat antusias menyambutnya,” ujar Munte mergana kelahiran Berastagi ini sambil menguraikan sejarah singkat Rakoetta memimpin Kabupaten Asahan.
sumber: sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *