KONSEP CERDAS AMRI TAMBUNAN NGAMBANG, GEDUNG SMKN BIRU-BIRU DIBANGUN DI ATAS TEBING

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Konsep CERDAS yang selama ini digaungkan Bupati Amri Tambunan untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan di Kabupaten Deliserdang ternyata banyak yang ngambang. Sebut saja dalam pembangunan gedung baru SMK Negeri Biru-biru yang terletak di Dusun Kampung Tengah Desa Biru-biru (Kec. Biru-biru). Menurut sejumlah warga ketika ditemui Sora Sirulo kemarin [Kamis 27/9], pembangunan 3 ruang kelas, kantor dan WC yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dinilai bukan merupakan sebuah konsep yang cerdas. Pembanunan gedung yang dipercayakan kepada Dinas Cipta Karya dan Pertambangan tersebut,  didirikan di atas tebing dan dibangun saat kondisi tanah masih labil. Belum lagi adanya indikasi bahwa kwalitas bangunan jauh dari harapan masyarakat.

Foto: Salah satu warga menunjukan sisi depan bangunan Gedung SMK Negeri Biru-biru yang sudah mulai terlihat pondasinya akibat didirikan di atas tanah yang masih labil. Bangunan ruang kelas yang sudah mulai berdiri disinyalir dibangun tidak memiliki halaman sekolah karena didirikan di atas tebing.

“Apa yang dilakukan rekanan dalam melaksanakan pembangunan gedung SMK itu bukanlah sebuah pilihan yang cerdas. Bahkan, sebaliknya,  itu adalah konsep bodoh,” ujar D.B. Manalu (43) kepada Sora Sirulo di Biru-biru [Kamis 27/9).

Dikatakanya lagi, seharusnya, seluruh lahan seluas sekira 1 Hektar yang dihibahkan warga untuk membangun gedung SMK Negeri tersebut terlebih dahulu diratakan dengan menggunakan alat berat. Setelah itu, baru Dinas Cipta Karya yang dipercaya untuk melakukan pembangunan gedung mengatur dimana letak bangunan ruang kelas, kantor, taman dan juga tanah lapang. Namun, di lokasi tidak tampak seperti itu. Pengerjaan proyek pembangunan gedung SMK Negeri Biru-biru disinyalir pengerjaanya asal jadi saja. Para rekanan yang dihunjuk hanya sebatas meratakan lokasi tempat berdirinya gedung.

“Jangankan lapangan untuk sarana olahraga atau tempat berdiri tiang bendera, halaman sekolah saja tidak ada. Gedung sekolah terlihat seperti berdiri di atas tebing yang sewaktu-waktu bisa longsor.” papar Manalu seraya menunjukkan pondasi gedung yang sudah termakan longsor.

Masih kata Manalu, tidak adanya sarana olahraga dan tempat bermain di lokasi gedung sekolah sebagai pendukung, juga akan berdampak pada siswa akan bolos sekolah. Soalnya, tempat berdirinya gedung berada jauh dari pemukiman penduduk. Sementara di sekitar lokasi sekolah juga masih seperti di tengah hutan.

“Bagaimana mau membuat pagar di sekeliling areal sekolah bila tanahnya masih bongkak-bangkik. Belum lagi kalau kita mempertanyakan dimana natinya Gedung Laboratorium akan dibangun. Soalnya, sekolah kejuruan sangat penting gedung laboratorium sebagai saranta tempat praktek,” jelasnya.

Oleh karena itu, bila Bupati Deliserdang drs. H. Amri Tambunan melihat hal ini, tentu dia akan marah besar atau setidaknya tidak sependapat dengan rekanan dan Kadis Cipta Karya dan Pertambangan Abdul Haris Pane dalam tata letak pembangunan gedung tersebut. Soalnya, secara tidak langsung, para rekanan maupun Kadis Cipta Karya telah melukai hati  bupati dan masyarakat Biru-biru. Artinya, orang yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan pembangunan gedung SMKN itu telah mencederai Konsep Cerdas yang selama ini dicanangkan Amri Tambunan, tuturnya.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *