SECARA NASIONAL, SUMUT URUTAN KE-8 POPULASI TERBANYAK SAPI POTONG

Medan, (Analisa). Berdasarkan hasil pendataan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Sumut memiliki 541.869 ekor sapi potong atau 3,7 persen dari populasi nasional. Dengan data tersebut, Sumut telah menempatkan diri pada urutan ke-8 populasi terbanyak sapi potong di Indonesia.
“Selain itu, Sumut juga memiliki 894 sapi perah atau 0,16 persen dari populasi nasional dan populasi kerbau sebanyak 114.289 ekor atau 8,98 persen dari populasi nasional, dan Sumut berada di urutan ke-5 populasi terbanyak di Indonesia,” jelas Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho saat memberi sambutan dalam rangka Peringatan Bulan Bhakti ke-9 Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2012 Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Grand Antares, Rabu (26/9).

Lebih lanjut dikatakan Gatot di hadapan 700 an peserta yang merupakan kelompok masyarakat peternak, pengusaha ternak, stakeholder dari kabupaten/kota maupun instansi peternakan se-Sumut, saat ini tingkat konsumsi daging sapi atau kerbau di Provinsi Sumut sebanyak 0,36 kilogram perkapita pertahun. Bila jumlah penduduk Sumut 13.248.386 jiwa maka kebutuhan akan daging sapi/kerbau setahun adalah 0,36 kilogram dikali 13.248.386 sama dengan 4.769,42 ton atau setara dengan 29.808 ekor. Sementara kemampuan produksi dari populasi sapi/kerbau adalah 656.881 ekor, dengan rincian yang boleh dipotong 15,95 persen dikali 656.881 sama dengan 104.772 ekor.

Kebutuhan

“Bila dilihat kebutuhan pertahun dengan tingkat konsumsi 0,36 persen perkilogram, perkapita pertahun sebesar 29.808 ekor sebenarnya Sumut sudah dapat memenuhi kebutuhan sendiri akan daging sapi dan kerbau. Namun karena tingkat konsumsi daging sapi/kerbau masih tergolong rendah upaya peningkatan produksi dan produktifitas tetap dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat peternak seperti kegiatan sarjana membangun desa, kegiatan lembaga mandiri mengakar di masyarakat (L3M), pembinaan kelompok penerima instentip betina produktif maupun kelompok pembibitan dengan pola bantuan sosial,” jelas Gatot.

Kadis Peternakan Sumut drh Tetty Erlina Lubis Msi selaku pelaksana kegiatan tersebut menambahkan, guna mendukung pembangunan peternakan di Sumatera Utara Dinas Perternakan Sumut maupun pusat telah memberi berbagai bantuan dalam bentuk bantuan sosial, di antaranya, sarjana membangun desa (SMD) yang dimulai pada tahun 2009 hingga 2012 sebanyak 95 kelompok, kegiatan kelompok pembibitan mulai tahun 2010 hingga 2012, sebanyak 84 kelompok, kelompok insentif pembibitan sebanyak 131 kelompok, kegiatan Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat (L3M) tahun 2010 hingga 2012 sebanyak 41 kelompok dan kelompok penerima bantuan pendukung peralatan dan mesin pakan, lumbung pakan, pabrik pakan mini tahun 2010 hingga 2012 sebanyak 19 kelompok.

“Jadi jumlah seluruh kelompok yang sudah difasilitasi pemerintah sebanyak 372 kelompok. Bila setiap kelompok memiliki anggota minimal 20 orang maka jumlah kepala keluarga yang terbantu lebih kurang 7.440 kepala keluarga,” jelas Tetty.

Dalam kegiatan yang juga diselenggarakan tanya jawab antara Gubernur Sumut, Anggota DPRD Sumut dari komisi B dan Kadisnak Sumut itu turut dihadiri Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kemitraan dan Hubungan Kelembagaan Akhyar Eldin, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provsu Sabrina, para Kepala Dinas Peternakan se-kabupaten/kota se-Sumut, pengusaha peternakan, kelompok masyarakat peternak dan mitra Disnak Sumut lainnya.(mc)
sumber: analisadaily

 

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kabupaten Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>