RAZIA WARNET DJAMIN GINTING, PENGUSAHA DIWAJIBKAN SEDIAKAN BUKU TAMU

Medan, (Analisa). Sesuai Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 28 Tahun 2011 tentang Perizinan Usaha Warung Internet (Warnet), Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Medan terus melakukan regulasi (pengawasan) terkait usaha warnet di Medan.
Regulasi ini dilakukan dengan menyertakan tindakan administratif (sanksi) terhadap beberapa warnet yang tidak memiliki izin ataupun melanggar ketentuan di sekitar Jalan Djamin Ginting Kecamatan Medan Barat serta Medan Selayang. Selain itu, pengawasan yang sudah dilakukan rutin berkala ini juga dilakukan untuk menyosialisasikan adanya rencana perubahan perwal yang dianggap kurang memberikan efek jera terhadap warnet ‘nakal’.

Kepala Diskominfo Medan Ir H Zulkifli Sitepu MM kepada wartawan Jumat (28/9) mengatakan selain pengawasan rutin, razia yang dilakukan saat ini juga merupakan awal sosialisasi rencana perbaikan perwal yang ada tentang usaha warnet.

“Meskipun razia yang telah dilakukan terbilang lancar, namun tetap saja ada pelaporan masyarakat mengenai pelanggaran di lapangan. Maka, Diskominfo akan menyosialisasikan ketentuan baru yakni kewajiban pengusaha atau penjaga warnet menyediakan buku tamu,” tuturnya. Ketentuan buku tamu itu dilakukan untuk menyaring dan mengurangi pelanggaran dengan bantuan data yang di isi oleh setiap pengguna dan pengusaha warnet.

Dari laporan masyarakat, dia mengungkapkan masih terdapat pelanggaran yang masih dilakukan warnet ‘nakal’. “Pelanggaran itu di luar kapasitas pengawasan Diskominfo. Karena, tidak ada konflik yang terjadi saat petugas melakukan pengawasan dan penertiban berkala itu,” jelasnya.

Perubahan perwal

Namun, dia menegaskan akan terus memberikan usulan mengenai perubahan perwal yang saat ini menjadi pedoman pengawasan warnet di Medan. Sehingga, masyarakat tidak khawatir tentang fenomena penyalahgunaan internet selam ini berkembang, di antaranya judi online, perbuatan mesum, ataupun terbukanya akses situs pornografi.

Sementara meskipun koneksi internetnya telah diputus petugas, salah satu pemilik warnet di Jalan Djamin Ginting ternyata tidak mendapat efek jera. Alasannya, meskipun membenarkan tidak memiliki izin, dan melanggar ketentuan, usahanya tidak berjalan dengan baik sehingga dia tidak keberatan bila koneksi diambil. “Biar saja koneksinya kalian putus, dan penghubungnya disita. Saya juga tidak akan mengambil kembali karena kalian lihat sendiri warnet ini sedang sepi. Jadi, kalau mau sita, silahkan saja,” tuturnya.

Berdasarkan informasi sebelumnya, Perwal yang di terbitkan Walikota mengatur tentang berbagai ketentuan pelaksanaan usaha warnet, di antaranya waktu operasional untuk anak sekolah, kepemilikan izin usaha, ataupun tinggi bilik (sekat) pembatas. Sampai saat ini, Diskominfo Medan telah melaksanakan penertiban di berbagai wilayah, di antaranya Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Helvetia, Medan Selayang, Medan Johor, dan Medan Baru. (st)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *