KASAU: LANUD SUWONDO TETAP BEROPERASI

Seiring Perpindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu

Medan, (Analisa). Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat menyatakan bahwa Lapangan Udara (Lanud) Suwondo yang dulunya merupakan Lanud Medan akan tetap beroperasi seiring lapangan penerbangan Internasional, Bandara Kuala Namu yang juga akan beroperasi.
“Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) beberapa waktu lalu bahwa Lanud Suwondo akan tetap beroperasi disini meskipun Bandara Internasional Kuala Namu juga akan beroperasi. Masih beroperasinya Lanud Suwondo dikarenakan posisinya yang sangat strategis,” ucap Imam saat meresmikan nama Lanud Suwondo yang menggantikan nama Lanud Medan, Jumat (28/9).

Selain posisinya yang sangat strategis di wilayah Sumatera khususnya Medan, Imam juga mengatakan bahwa tidak pindahnya Lanud Suwondo ke lapangan penerbangan yang ada di Kuala Namu dikarenakan ada beberapa operasi militer yang tidak bisa digabungkan dengan penerbangan Intenasional. “Disini ada kerahasian militer yang harus mendapatkan pangkalan yang mendukungnya. Dan alhamdulilah presiden telah mengabulkannya,” ucapnya.

Pada acara peresmian nama Lanud Suwondo tersebut, Imam juga menyebutkan secara singkat tentang sejarah pemberian nama Lanud Suwondo. Menurutnya nama Lanud Suwondo diambil dari nama sang pahlawan angkatan udara yakni Kapten Anumerta Suwondo yang gugur pada masa pemberontakan PRRI yang terjadi di Sumut khususnya Medan pada tahun 1957.

Sejarah

“Ini merupakan jejak dari Lanud Medan yang pada saat itu Lanud Medan menjadi sasaran tembakan senjata lengkung pemberontak. Tidak kurang dari tiga lubang bekas jatuhnya peluru hampir melubangi landasan dan salah satunya jatuh lebih kurang sepuluh meter dari gudang senjata. Namun peluru tersebut tidak meledak, karena untungnya sesaat sebelum terjadinya serangan, para penerbang terlebih dahulu menerbangkan pesawatnya dan meninggalkan medan,” ucapnya

Meskipun begitu persekutuan tetap berlanjut hingga saat itu pemberontak hendak mencoba masuk ke areal Lanud dan mencoba menghancurkan Lanud. Namun sayang karena pertahanan kuat pemberontak gagal menghancurkannya.

Perperangan juga berlanjut saat pasukan pemberontak dibawah pimpinan Letnan Kolonel Nainggolan akhirnya lari menuju daerah Tapanuli dengan tujuan untuk bergabung dengan pasukan pemberontak lain di Sumbar dibawah pimpinan Ahmad Husein,” ucapnya.

“Nah pada saat itulah, sekitar Pukul 15.00 WIB Suwondo pada periode kedua penerbangannya melakukan pengejaran. Namun naas Suwondo terbang terlalu rendah dan tertembak oleh anak buah Nainggolan di Desa Tangga, Batu Tapanuli Utara.

“Sejarah ini yang membuat kita mengapresiasi nama Suwondo,” ucapnya.

Tak hanya Lanud Suwondo, melainkan nama tiga Lanud di daerah lainnya juga diubah. Seperti nama Lanud di Morotai diubah menjadi Lanud Leowatimena, nama Lanud di Pekanbaru juga diubah menjadi nama Lanud Rusmin Nurzadin, dan nama Lanud di Tanjung Pandan diubah menjadi nama Lanud Hananjudin.

“Lewat pergantian nama ini ke depannya Lanud Suwondo dapat mempertahankan operasinya dan menjawab semua tantangan yang ada didepan sebagai angkata udara,” ucap Kolonel (PNB) SM Handoko SIP yang juga turut memberikan sambutan.(ns)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *