RUANG TAHANAN KEJARI BANDARLAMPUNG DIRUSAK KERABAT TERSANGKA

Bandarlampung (ANTARA News) – Ruang tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung dirusak kerabat tersangka perkara faktur pajak fiktif, Efral Sembiring, Direktur Utama PT Mahkota Sarinembah Sejahtera.

Informasi diperoleh Kamis menyebutkan, peristiwa yang terjadi di Kejari Bandarlampung, Rabu (26/9) siang itu, mengakibatkan pintu ruang tahanan rusak parah akibat dirusak oleh sejumlah oknum yang berusaha mengeluarkan tersangka.

Sejumlah pegawai Kejari Bandarlampung ketakutan, karena petugas jaga kalah jumlah dengan kerabat tersangka.

Kantin di Kejari ini juga ikut dirusak massa.Namun, tersangka tidak sampai melarikan diri, karena sejumlah orang berusaha menenangkan para kerabatnya dan juga tersangka.

Atas kejadian tersebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung Priyanto menyatakan, masih dapat memaafkannya, dan tidak akan memperpanjang masalah tersebut meskipun pintu ruang tahanan kantornya sudah tidak bisa terpakai.

“Kejadian tersebut spontanitas karena mungkin kerabatnya kaget bahwa tersangka ditahan. Penjagaan pun sedang lengang, karena sejumlah pegawai mengawal para tahanan lain yang sedang menjalani sidang,” ujar dia.

Dia menegaskan, tidak akan melaporkan tindakan ini ke pihak kepolisian, dengan alasan sudah memaafkan para pelaku perusakan.

“Pintunya pun sudah rusak dan atas kejadian ini harus diganti yang lebih kuat untuk mengantisipasi hal tersebut tidak terulang kembali,” kata Priyanto pula.

Sebelumnya, tersangka dibawa ke ruang tahanan Kejari Bandarlampung untuk menjalani proses administrasi atau pemenuhan kelengkapan berkas, dan selanjutnya dibawa ke Rutan Wayhuwi.

Selanjutnya, ia mengungkapkan, pada saat ingin dibawa ke Rutan Wayhuwi, tersangka dikawal oleh pihak kepolisian dari Polresta Bandarlampung untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Efral Sembiring, menurut Priyanto, merupakan tersangka perkara faktur pajak, dengan beberapa tersangka lainnya telah ditahan.

Tersangka disangka telah merugikan negara Rp8,4 miliar, dan telah dikembalikan olehnya sebanyak Rp3,9 miliar.

“Kami menerima pelimpahan kasus ini dari Ditjen Pajak dengan tersangka Efral Sembiring pada Rabu (26/9) pukul 11.00 WIB, dan tersangka langsung ditahan di Rutan Wayhui pada pukul 14.30 WIB,” kata dia pula.

Sebelumnya, pihaknya telah menahan Roni Hady Saputra, Direktur PT Vrya Sejahtera yang berperan sebagai pembuat faktur pajak jual beli yang tidak sesuai dengan sebenarnya.

“Dalam melakukan aksinya, modusnya sama dengan tersangka sebelumnya, yaitu Alex Sitanggang dan Tiara Antoni Harahap yang sudah diputus 3,5 tahun, dan Sigit Gun Cahyo serta Deviyana Sandy yang baru menjalani sidang, faktur itu dibuat seolah-olah ada jual beli, sehingga faktur itu dapat mengurangi beban pajak pada pembeli,” ujar dia.

Priyanto mengatakan, akibat perbuatannya itu, negara dirugikan Rp8,4 miliar, dan tersangka melakukan perbuatan tersebut untuk mengambil keuntungan yang besar dengan cara melawan hukum.(Ant)

 

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *