LELE VITTON INCARAN PEMBUDIDAYA IKAN DI LANGKAT

MedanBisnis – Langkat. Lele vitton salah satu komoditas unggulan yang menjadi incaran para pembudidaya ikan di Kabupaten Langkat dalam mendongkrak perekonomian keluarga.
Jenis ikan ini lebih cepat berproduksi dengan lama budidaya pembesaran
45 hari sejak pembenuran dipindahkan ke dalam kolam pembesaran.
Sementara lele dumbo butuh waktu  90 hari di kolam pembesaran baru bisa
dipanen.

Hasil perkawinan silang lele Afrika dengan lele Thailand ini berhasil dikembangkan pertama kali di tanah air, tepatnya di kawasan Pandeglang, Propinsi Banten tahun 2007.

Di Sumatera Utara (Sumut) lele vitton pertama dilakukan pembenurannya di Kabupaten Batubara dan saat ini berhasil pembenurannya dilakukan di centra pembenihan rakyat (CPR) yang dikelola Balai Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Langkat oleh Syafril di Jalan Makmur Kwala Bingai Desa Banyu Mas Kecamatan Stabat sejak dua bulan lalu.

Menurut Aleks (45), teknisi pembenihan CPR lele vitton  Banyu Mas asal Batubara kepada MedanBisnis, Selasa (25/9), lele vitton bersifat gesit dan memiliki bobot yang baik dibandingkan lele lainnya. “Pembesarannya cukup sederhana, bisa di kolam yang terbuat dari beton, dinding plastik maupun kolam tanah, dengan kedalaman air antara 80 – 100 cm,” jelanya.

Dikatakannya, jika 1.000 ekor benih yang dijual dengan harga Rp 200 per ekornya, dalam satu kolam berukuran 2×3 meter dan dibesarkan selama 45 hari bisa dipanen dengan produksi ikan 150 kg berukuran 7-10 ekor per kg.

Sedangkan pangsa pasarnya menurut dia, laku dijual dengan harga antara Rp 14.000 – Rp 15.000 per kg dan menghabiskan biaya pakan sebesar Rp 500.000,termasuk pakan tambahan yakni anakan ikan yang dihasilkan nelayan atau isi perut ayam ras.

“Lele vitton tahan terhadap penyakit dan cuaca panas maupun dingin, sebab benur usia sehari setelah pendederan, bibit lele vitton sudah diberi serum anti kekebalan tubuh terhadap penyakit. Hingga benur lele vitton berusia 14 hari, lele vitton bisa dijual kepada pembudidaya,” jelas Aleks.

Sementara itu, Syafril, selaku pengelola CPR lele vitton Banyu Mas Stabat, yang juga Ketua Umum Balai Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Kabupaten Langkat mengatakan, pihaknya pada Kamis (27/9) akan me-launching benur perdana lele vitton 08 (usia 14 hari) secara gratis kepada 100 kelompok peternak lele dan ikan di Langkat.

“Insya Allah Kamis kita bagikan secara gratis benur lele vitton kepada 100 kelompok ternak ikan. Dengan masing-masing 500 ekor benur untuk satu kelompok, sebagai bantuan bagi peternak untuk mengembangkan pembesaran lele vitton di masyarakat. Kemudian benur juga dijual dengan harga Rp 200 per ekor,” ujarnya.

Dalam launching itu juga nantinya kata Syafril kepada para peternak ikan dan masyarakat akan diberikan penyuluhan tata cara budi daya, pembuatan kolam serta pemberian pakan dan jenis pakan untuk lele vitton. “Lele ini hanya diberi makan sekali dalam waktu 24 jam, yakni pada malam hari, tidak sperti lele lainnya,” kata Syafril.(misno)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *