KEMENTAN COBA LIGHT TRAP ATASI LALAT BUAH

MedanBisnis –Medan. Untuk mengendalikan hama lalat buah pada tanaman jeruk di Kabupaten Karo dan bawang merah di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), Kementerian Pertanian (Kementan) akan menyosialisasikan penggunaan alat perangkap, light trap (perangkap cahaya).
“Alat ini tidak menggunakan tenaga listrik tapi dengan menggunakan cahaya matahari dan menggunakan baterai untuk malam hari. Alat ini memiliki warna-warna menarik seperti merah, hijau dan kuning yang merangsang serangga untuk berkumpul di alat itu,” kata Dirjen Hortikultura Kementan Hasanuddin Ibrahim kepada para wartawan, di ruang VIP Bandara Polonia, Medan, Selasa (25/9).

Dalam kunjungan kerjanya ke Sumut, Ibrahim didampingi anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, Direktur Perlindungan Tanaman Susilo, Direktur Budidaya dan Pascapanen Buah Sri Kuntarsih dan Kabid Pengelolaan Lahan dan Air Dinas Pertanian Sumut Adam Brayun Nasution, akan meninjau hasil penggunaan light trap ke Desa Tanjung Barus, Kabupaten Karo. Selain itu, juga akan melihat perkembangan tanaman bawang merah di Kabupaten Samosir.

Menurut Ibrahim, serangan lalat buah pada tanaman buah-buahan terutama jeruk di Karo sudah sangat meresahkan. Di mana, ancaman kegagalan panen akibat serangannya  mencapai 22% bahkan bila sudah menyerang pada suatu hamparan ancaman gugur buah mencapai 80%.

Akibatnya, penggunaan pestisida juga semakin tinggi yang diikuti tingginya biaya produksi petani.
Kondisi itu mengakibatkan, jeruk dalam negeri kalah bersaing baik dari segi harga maupun mutu. “Inilah yang mau kita atasi dengan menggunakan alat perangkap cahaya ini,” kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, persoalan lalat buah pada jeruk di Karo dan kondisi bawang merah di Samosir disampaikan Parlindungan Purba ke Kementrian. Untuk kemudian, Menteri Pertanian Suswono membuat program khusus pengendalian lalat buah pada tanaman jeruk di Karo dan progam pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) pada tanaman bawang merah di Samosir.

“Karena itulah, kunjungan kami ini ingin melihat sejauh mana tingkat keberhasilan light trap yang sudah dipasang pada tanaman jeruk di Karo,” kata dia.

Dan, bila memang efektif maka Kementan akan mengusulkan anggaran untuk pengadaan light trap sebesar Rp 100 miliar hingga Rp 200 miliar untuk tahun anggaran 2013. “Alat ini memang mahal, harganya berkisar Rp 25 juta per unit dan satu light trap bisa bekerja untuk lahan seluas 20 hektare. Jadi, penggunannya harus berkelompok,” kata Ibrahim.

Sebelumnya, Kementan juga sudah mensosialisasikan pengendalian lalat buah dengan menggunakan atraktan ME yang disediakan Direktorat Perlindungan Tanaman sebanyak 500 liter untuk pertanaman jeruk di Karo seluas 14.000 hektare termasuk yang tidak terawat.

Namun, pada prinsipnya pengendalian lalat buah dan OPT lainnya adalah perilaku petani itu sendiri. Misalnya, dengan menjaga kebersihan lahan, pengaturan jarak tanam sehingga matahari benar-benar masuk ke tanah serta sanitasi buah dengan mengumpulkan buah yang jatuh dan memasukkannya ke dalam kantong plastik, diikat dan dibiarkan selama satu hingga dua bulan untuk kemudian dijadikan kompos.

Sedangkan untuk pengembangan bawang merah di Samosir, Kementan kata Ibrahim  akan memperbaiki sistem perbenihan bawang dengan melakukan pembinaan terhadap penangkar benih.

“Kalau perbenihan sudah baik, petani dalam melakukan budidaya juga sudah mudah, mudah dalam perolehan benih, murah harganya serta tepat dalam penanaman,” jelasnya.
(junita sianturi/dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to KEMENTAN COBA LIGHT TRAP ATASI LALAT BUAH

  1. Sidik says:

    Kami Menyediakan Light Trap Portable (tenaga Surya), made in Korea. Kualitas bagus dan sangat efektif untuk menangkap serangga. Dengan harga sangat kompetitif.

    Kami juga menyediakan alat untuk sortir beras (Untuk mendapatkan kualitas terbaik) dan sortir biji-bijian, dengan kapasitas 2 sd 20 ton perjam.

    Hubungi kami di 08121234966 & sidik27@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *