KAJARI LUBUK PAKAM DIMINTA USUT PROYEK PAVING BLOCK DESA PENEN

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tralindo minta agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuk Pakam Khairil Aswan Harahap SHmenindaklanjuti dugaan korupsi proyek Paving Block di Desa Penen (Kec. Biru-biru)  di bawah naungan “Dinas Cipta Karya dan Pertambangan” Kabupaten Deliserdang yang disinyalir amburadul.

Foto: Proyek Paving Block di Desa Penen (Kec. Biru-biru) yang pengerjaannya terlihat amburadul.

“Pihak Kejari Lubuk Pakam harus menelusuri adanya indikasi penyimpangan proyek paving block tersebut. Artinya, pihak Kejari Lubuk Pakam harus segera mengusut tun­tas proyek yang diduga amburadul itu, dan oknum-oknum yang terlibat di dalamnya,” jelas Ketua LSM Tralindo (Transparansi Anggaran Lintas Instansi Indonesia) drs. Redihman Damanaik kepada wartawan [Rabu 26/9] melalui selularnya. Damanik menyayangkan mengapa proyek tersebut sampai begitu buruk tanpa ada pengawasan dari perangkat desa setempat.

“Saya tidak habis pikir, mengapa proyek tersebut bisa berlangsung tanpa ada teguran dari pemerintah desa setempat. Jangan-jangan antara pemborong dengan kepala desa sudah ada main mata. Padahal, proyek tersebut ditu­jukan untuk mendongkrak kesejahte­ra­an masyarakat desanya sendiri,” paparnya.

Lanjut dikatakannya, dia sangat menyayangkan hal ini dapat terjadi. “Ini adalah hak rakyat. Jika realitanya di lapa­ngan bangunan paving block sudah banyak yang hancur seperti yang dikatakan oleh warga setempat, maka negara dan terlebih lagi masyarakat sangat diru­gikan dengan kondisi tersebut,” katanya.

Masih kata Damanik, jika Bupati Deliserdang drs. H. Amri Tambunan mengetahui ada proyek seperti ini, pasti bupati akan marah besar. Soalnya, apa yang dilakukan oknum-oknum yang terlibat dalam proyek tersebut sudah sangat bertentangan dengan Program GDSM yang selama ini cukup sukses dijalankan Amri Tambunan. Bahkan buah ide cemerlang Bupati dalam Gerakan untuk membangun Kabupaten Deliserdang tersebut, sempat mengharumkan namanya hingga ke pemerintahan Pusat.

“Amri Tambunan juga harus mengantisipasi. Jangan gara-gara setitik racun, rusak susu sebelanga. Artinya, Amri Tambunan harus bersikap bijak dengan tidak lagi memakai rekanan nakal,” tuturnya mengakhiri.

Sebelumnya diberitakan proyek pemasangan Paving block yang terdapat di Desa Penen (Kec. Biru-biru) yang sudah selesai dikerjakan disinyalir tidak sesuai dengan standar proyek. Paving block yang dipakai sudah banyak yang hancur. Selain itu paving block juga mulai retak-retak dan permukaannya banyak yang tidak rata. Begitu juga sisi pengikat paving block yang terlihat tidak rapi, bahkan terkesan seperti kekurangan semen.

Sementara, Camat Biru-biru Bronsyah Girsang SE ketika dikonfirmasi Sora Sirulo mengatakan: “Proyek tersebut adalah naungan dari Dinas Cipta Karya yang telah diusulkan desa tersebut pada TA 2010 lalu. Namun, saya tidak tahu persis berapa anggarannya. Saya sudah arahkan Kepala Desa untuk melakukan pengawasan. Saya juga menyesalkan mengapa proyek tersebut sempat amburadul,” tuturnya.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *