EKSPOR MIGOR DIPERKIRAKAN TURUN

MedanBisnis – Belawan. Tahun ini ekspor minyak goreng (migor) Sumatera Utara (Sumut) melalui terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT) diperkirakan bakal mengalami penurunan yang signifikan. Pasalnya, hingga Agustus 2012, volume ekspor migor Sumut turun sekitar 22,79 %.
General Manager (GM) Pelindo I BICT Captain Akhmad Hidayat Alcaf melalui Humas H Suratman, Selasa (25/9) mengatakan, selama ini komoditas migor merupakan komoditas ekspor unggulan Sumut melalui terminal peti kemas BICT. Bahkan sejak 2010 hingga 2011 volume ekspor migor Sumut yang diekspor ke India, Belanda, China, Rusia, Bangladesh, Malaysia dan Afrika Selatan melalui terminal peti kemas BICT terus naik.

“Sepanjang tahun 2010, Sumut mengekspor komoditas migor melalui terminal peti kemas BICT tercatat sebanyak 200.235 ton. Sementara tahun 2009 tercatat 186.295 ton atau naik sekitar 7,48 persen,” jelasnya.

Memasuki tahun 2011, jelas juru bicara pengelola terminal peti kemas terkemuka di luar Pulau itu, volume ekspor migor Sumut mencapai 353.156 ton atau melonjak sekitar 76,36 %. Tahun ini, ebutnya, volume ekspor migor Sumut yang dikapalkan ke manca negara melalui terminal peti kems BICT diperkirakan bakal mengalami penurunan.

Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Sumut Suyono mengatakan, Sumut surplus bahan pangan. Surflus yang cukup besar ini dimanfaatkan  Sumut dengan mengekspor migor ke Aceh, Riau dan Sumatera Barat. “Stok migor melimpah saat ini. Kalau diumpamakan, masyarakat bisa mandi minyak goreng karena banyaknya. Banyaknya pasokan migor ini karena Sumut merupakan salah satu daerah penghasil migor terbesar di Indonesia,” katanya. (wismar simanjuntak)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *