100 HA TAMBAK DI LHOKSEUNTANG TERBENGKALAI SEJAK KONFLIK

Aceh Timur-andalas Seluas 100 hektar lebih lahan tambak di Desa Lhokseuntang, Kecamatan Julok, Aceh Timur, terbengkalai sejak konflik. Sementara itu desa tersebut merupakan desa produktif.

Lahan tambak yang terhampar luas di desa itu, telah terbengkalai sejak tahun 1999 lalu (masa konflik-red). Seratus hektar menjadi lahan tidur, sedangkan tambak yang memiliki luas sekitar 250 hektar tersebut, 150 hektar lainnya produktif, bahkan penghasil perikanan.

Keterangan Geuchik setempat, Abdul Wahab Sulaiman kepada andalas mengakui terbengkalainya seluas hektaran tambak tersebut dikarenakan ekonomi masyarakat lemah.

“Rata-rata masayarakat di sini ekonominya lemah, kalau tidak mana mungkin kita biarkan ladang emas terbengkalai, namun masyarakat tidak ada modal,” katanya didampingi Iskandar warga setempat.

Desa dengan kepadatan penduduk sebanyak 1.890 jiwa dalam 448 kepala keluarga itu memiliki objek ekonomi beberapa objek, Geuchik setempat menjelaskan, mata pencaharian warga di yang memiliki luas sekitar 2.000 hektar lebih itu, meliputi bidang pertanian/sawah, perkebunan/sawit, tambak dan nelayan.

“Banyak usaha yang bisa dikembangakan dalam masyarakat, tapi mereka butuh perhatian pemerintah terkait,” tambah Abdul Wahab.

Berikutnya, juga mengeluhkan pembangunan vital infrastruktur jalan masyarakat setempat, sebagai jalan utama mengeluarkan hasil panen. Jalan yang memiliki jarak tempuh sekitar 12 km dari jalan Nasional itu, rusak berat.

“Kita sedang menantikan pembangunan jalan ini, yang dikabarkan akan segera mungkin dibangun oleh Pemkab Aceh Timur, sekitar 3 km meter,” imbuhnya lagi.

Kepada pemerintah Aceh Timur, ia (Abdul Wahab-red) selaku Geuchik Desa Lhok Seuntang, mengharapkan pembangunan dan pembangunan ekonomi daerah setempat diperioritaskan. Sementara itu, kepada andalas, ia melanjutkan sementara waktu ia bersama dengan beberapa anggota kelompok ternak sedang mengembangkan usaha penggemukan sapi.

“Semoga saja Program KPPE bisa kami sekalu masyarakat bisa menikmatinya dan mengembangkan ekonomi daerah pelosok ini,” demikian pungkasnya. (EN/LAN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *