VISIT MEDAN YEAR TIDAK BERDAMPAK PADA TINGKAT HUNIAN HOTEL

MedanBisnis – Medan. Visit Medan Year 2012 dinilai tidak maksimal dan tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi bisnis perhotelan di Kota Medan.
“Banyak pebisnis hotel di Kota Medan yang mengeluh ke kami dan mengatakan Visit Medan Year 2012 tidak berdampak pada petumbuhan tingkat hunian hotel di ibukota propinsi Sumatera Utara ini,” kata anggota Komisi C DPRD Medan, Jumadi, Senin (24/9).

Hal tersebut dikatakannya saat Komisi C mengadakan kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata Kota Medan Jalan HM Yamin. Anggota Komisi C lainnya seperti A Hie (Ketua), Herry Zulkarnaen Hutajulu, Jhonnya Nadeak, F Nasution, dan Deanto. Mereka diterima Kepala Dinas Pariwisata Medan Busral Manan.

A Hie dan Herry Zulkarnaen sependapat dengan Jumadi. Kedua politisi Fraksi Partai Demokrat itu bahkan menuding Busral Manan dan Dinas Pariwisata terkesan one man show dalam membangun pariwisata di Kota Medan tanpa pernah membangun komunikasi dan koordinasi dengan Komisi C selaku counter part.

A Hie mencontohkan berbagai kegiatan dinas itu yang diadakan tanpa pernah disampaikan ke pihaknya. “Pelaksanaan paintball fiesta, kami tidak pernah tahu itu tapi tiba-tiba kami baca di media cetak Dinas Pariwisata menggelar acara itu. Begitu juga dengan kegiatan Bakcang dan lainnya,” ujarnya.

Komisi C kata dia, membutuhkan komunikasi terbuka agar mengetahui dan bisa mengukur sejauh mana daya serap anggaran dan kinerja Dinas Pariwisata dalam membangun industri pariwisata.

Sementara Herry Zulkarnaen Hutajulu mengatakan, kekompakan legislatif dan eksekutif dalam membangun pariwisata sangat dibutuhkan. Ia mencontohkan Dinas Pariwisata Pemprop Bali yang memiliki hubungan erat dengan counterpart Komisi C DPRD setempat. “Di sana, kalau ada 40 turis asing yang datang secara rombongan ke Bali, Dinas Pariwasata dan Komisi C akan menyambut para turis itu dan mengalungkan bunga ke para turis. Mereka kompak sekali dalam membangun industri pariwisata. Maunya kita juga bisa kompak seperti mereka,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Herry juga meminta Busral melakukan pembinaan terhadap pelaku bisnis kuliner di Medan. “Kemarin saya mengajak dan menjamu rekan-rekan bisnis saya, baik dari dalam dan luar negeri, makan buah durian di Jalan Iskandar Muda. Masak si penjual durian yang terkenal itu sesukanya menerapkan harga, yakni Rp 8 juta. Yang begini ini perlu dibina, jangan dikembangkan sikap ambil untung. Malu kita sama tamu kita,” kata Herry.

Menanggapi hal itu, Busral Manan mengatakan, kalau soal tingkat hunian hotel lebih banyak disebabkan pilihan turis itu sendiri. Turis yang masuk melalui kapal pesiar lebih suka menginap di kapal pesiar ketimbang di berbagai hotel di kota Medan. “Tingkat hunian hotel yang rendah tidak berkorelasi langsung dengan jumlah wisatawan asing yang datang ke Medan,” kata dia.

Pihaknya kata dia, menargetkan jumlah wisatawan mancanegara tahun ini sebanyak 200.000 orang. Dan, berdasarkan data yang direkapitulasi dari berbagai travel di Medan, jumlah turis asing di Medan sampai bulan Agustus sudah mencapai 136.000 orang. “Kemungkinan akan ada lagi turis yang masuk ke Medan sampai bulan Desember nanti,” jelas Busral sembari menambahkan jumlah turis yang datang ke Medan tahun lalu mencapai 127.000 orang.

Mengenai keluhan Herry terkait pedagang durian terkenal di Jalan Iskandar Medan, ia berjanji akan melakukan pembinaan. (hendrik hutabarat)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *