SONGKET BATUBARA JADI PAKAIAN KERAJAAN MALAKA

MedanBisnis – Batubara. Kain songket Batubara diakui menjadi pakaian resmi kebesaran dari kerajaan Malaka di Malaysia.
Hal itu disampaikan pengusaha dan perajin kain songket Batubara Hj Ratna, warga Desa Padang Genting Kabupaten Batubara kepada MedanBisnis, Sabtu,(22/9) dikediamannya.

Penobatan kain songket Batubara ini ketika menjadi pakaian resmi kebesaran Kerajaan Malaka Malaysia setelah lebih dulu mengikuti perlombaan yang digelar kerajaan tersebut.

Menurut Ratna, sayembara tersebut diikuti beberapa daerah lain di Indonesia penghasil kain songket seperti, Propinsi Riau, Aceh, Palembang, Kalimantan dan Sumatera Utara (Sumut) dalam hal ini Kabupaten Batubara. “Setelah melalui penilaian dan seleksi yang cukup ketat pihak panitia dari Kerajaan Malaka mengumumkan dan menetapkan bahwa songket Batubara terpilih dan secara resmi diputuskan dan dinobatkan menjadi pakaian resmi kebesaran Kerajaan Malaka hingga sekarang,” jelas Ratna.

Setelah disahkannya kain songket Batubara jadi pakaian resmi kerajaan itu setahun sekali atau setiap bulan Juni pihak Kerajaan Malaka Malaysia melakukan pesanan kain songket miliknya sebanyak 250-300 lembar dengan ukuran 2 X 1,2 meter. “Harga yang dipesan rata-rata Rp 4 juta per lembar atau tergantung motif yang diinginkan. Biasanya orderan kain menggunakan benang emas yang indah. Itu biasa digunakan orang-orang kerajaan di sana,” ujarnya.

Selain Kerajaan Malaka, ia juga mengaku pihak Kerajaan Brunai Darusalam juga biasa memesan kain songket Batubara sebanyak 100-150 lembar setiap tahun nya yang dikirim melalui Pekanbaru, Riau. “Jadi, pemasaran kain songkat kami ini tidak hanya dalam negeri saja tapi juga ke Negara tetangga seperti Malaysia, Brunai Darusalam dan Singapura,” kata Ratna.

Untuk dalam negeri kata dia, permintaan cukup banyak, seperti Medan, Aceh, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, dan daerah lainnya jumlah orderan rata-rata 3 atau 4 kodi (satu kodi jumlahnya 20 lembar) per bulan.

Mengenai harga, Ratna mengaku bervariasi. Namun, untuk kain songket bahan kemeja biasa paling murah harganya Rp 450.000 per lembar, bahan dari benang sutera Rp 850.000 per lembar, kain sarung motif kesidang Rp 2 juta, sedangkan kain motif kesidang sutera harganya berkisar Rp 4 juta per lembar.

“Tiap bulan, rata-rata omzet yang kami peroleh berkisar Rp 25 juta tetapi ketika permintaan dari luar negeri datang omzet bisa mencapai ratusan juta rupiah,” sebutnya sembari menambahkan Pemkab Batubara sangat berperan dalam membantu usahanya seperti memberikan pelatihan gratis terhadap pekerjanya yang berjumlah 70 orang.

Sedangkan untuk pemasaran kain songket miliknya, pemerintah setempat juga sangat membantu dengan mengikutsertakan dalam setiap kegiatan pameran baik dalam maupun luar negeri. “Sekarang ini kami sedang mempersiapkan orderan kain songket bahan pakaian dinas dari Pemkab BatuBara sebanyak 300 lembar dengan harga standart,” akunya. ( bistok siagian)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *